oleh

Puing Puing Heli M-17 akan Dievakuasi Besok

JAKARTA – Komandan Korem ( Danrem) 172/PWY Kolonel Inf J. Binsar Parluhutan Sianipar menyebutkan, pihaknya telah menentukan rute rute yang akan ditempuh untuk melakukan evakuasi terhadap korban jatuhnya Heli M-17 di Pegunungan Bintang, Distrik Oksob, beberapa bulan lalu.

Danren 172/PWY juga mengatakan apabila cuaca mendukung evakuasi akan dimulai besok Kamis (13/2).

“ Mudah-mudahan besok atau lusa, kalau cuaca mengizinkan kita akan mulai melakukan kegiatan evakuasi baik itu, mencari jenazah dan mencari barang-barang penyebab terjadinya kecelakaan helikopter tersebut,” jelas Danrem 172 melalui rekaman suaranya kepada channel-indonesia.com, Rabu (12/2/2020).

Danrem J Binsar memastikan pihaknya telah melakukan peninjauan ulang rute rute yang aman untuk pendaratan heli.

“ Kita telah meninjau ulang dimana pendaratan dan rute yang bisa kita gunakan pada saat melakukan evakuasi dan itu sudah dilakukan tadi pagi sekitar pukul 07.30 wit dengan selesai dan aman bahkan, untuk mempercepat proses evakuasi kita telah mendapatkan tambahan 3 unit helybell dari TNI AD dan pihak swasta termasuk kita juga sudah melakukan koordinasi dengan seluruh pilot sehingga proses evakuasi sudah bisa dilakukan besok hari ,” katanya.

” Tadi, juga pada waktu peninjuan terakhir kita tetap membawa masyarakat yang mengetahui lokasi tersebut, dan kita tetap melibatkan seluruh tokoh –tokoh masyarakat termasuk tokoh adat yang mengetahui wilayah dimana kita melakukan kegiatan evakuasi terhadap helikopter MI-17,”  sambung Danrem,

Jumlah pasukan dan tim gabungan dalam evakuasi Heli M-17  sekitar kurang lebih 1 SSK dari Batalyon Inf 751/Raider Khusus serta Tim kesehatan gabungan TNI-Polri dan SAR.

Sebelumnya telah diberitakan, sebuah Helikopter jenis MI 17 milik TNI Angkatan Darat, dengan nomor resgistrasi HA-5138 dinyatakan hilang kontak sejak tanggal 28 Juni 2019. Heli itu dinyatakan hilang ketika terbang dari Oksibil menuju Jayapura setelah melaksanakan dropping logistik dan personil di pos TNI yang ada di Kabupaten Pegunungan Bintang. Helikopter naas itu mengangkut 7 orang crew Penerbang dan 5 orang prajurit Satgas Yonif 725/Woroagi. (Luska)

Berita Terbaru