Menko Puan Ajak Kementerian, Lembaga dan Pemda Bersinergi

oleh -

JAKARTA,channel-indonesia.com– Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2020 akan tetap fokus pada pembangunan manusia. Melalui kerjasama sinergis dengan Kementerian/ Lembaga dan stakeholder terkait, Kemenko PMK percaya pembangunan manusia akan tercapai sesuai target.

Dalam sesi High Level Primary Talk Show dalam rangkaian pembukaan Forum Perencanaan Musrenbangnas 2019 dan RKP 2020, Menko PMK Puan Maharani menegaskan bahwa pihaknya bersama Kementerian/ Lembaga dan stakeholder terkait terus berupaya mencapai apa yang telah diamanatkan Presiden dalam bidang pembangunan manusia.

“Seperti halnya dalam membahas RKP 2020. Kami bersama Kementerian/Lembaga dan stakeholder terkait terus bersinergi meningkatkan bidang pembangunan manusia di RKP 2020 itu,” katanya.

Pada kesempatan itu juga, Menko Puan menjelaskan melalui berbagai kebijakan dan program pemerintah, IPM telah mengalami peningkatan, semula pada tahun 2015 sebesar 69,5 menjadi 71,39 pada tahun 2018 dan termasuk dalam High Human Development.

Lebih lanjut dipaparkan, dalam bidang pendidikan pemerintah telah melakukan kebijakan afirmatif untuk upgrade skill Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK). Termasuk melalui Politeknik dan SMK, serta melakukan link and match pendidikan vokasi dengan industri.

Menko Puan mencontohkan dalam bidang pariwisata misalnya dimana pemerintah telah memfokuskan pembangunan 10 destinasi wisata baru (10 New Bali). Atas dasar itu pemerintah akan mengembangkan SMK-SMK pariwisata guna meningkatkan layanan pariwisata yang lebih baik. Di sisi lain, program studi (Prodi) di universitas juga akan terus ditingkatkan.

“Kita tidak hanya membangun sarana universitasnya saja. Universitas juga akan diupgrade Prodi-nya,” ujarnya. Pemerintah pun akan mengundang guru luar negeri berkualitas sebagai bentuk transfer of knowledge dalam bidang pendidikan.

Sementara dalam bidang kesehatan dijelaskan Menko Puan, pada tahun 2013 prevalensi stunting di Indonesia adalah 37,2% dan telah terjadi penurunan pada tahun 2018 menjadi 30,8%. Hal itu berdasarkan Riskesdas 2018. Menurutnya Stunting disebabkan oleh Faktor Multi Dimensi. Intervensi paling menentukan pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

“Pemerintah telah fokus menanggulangi stunting pada 160 kabupaten dan kota di Indonesia,” tandasnya.

Terkait dengan bidang kebudayaan, Menko Puan menekankan agar masyarakat Indonesia menyadari akan kekayaan budaya bangsanya.

“Kita harus hidup dengan kearifan lokal bangsa sendiri. Misalnya hidup dengan bergotong royong dan lainnya,” sebutnya.

Forum Perencanaan Musrenbangnas 2019 dan RKP 2020 ini sendiri menurutnya harus membahas capaian pemerintah, program serta targetnya bagi bangsa Indonesia. Pemerataan pembangunan, sebutnya, harus dilakukan secara gotong royong.

“Kita harus Indonesia sentris. Membangun itu tidak hanya di satu wilayah. Pun halnya dalam pembangunan manusia dan kebudayaan yang harus dilakukan secara merata,” tegasnya.

Menko Puan pun meminta agar untuk kepentingan bangsa pembangunan jangan sampai terhambat. Karena dirasakannya dalam hal koordinasi pihaknya mengalami kendala saat menjelang Pemilu maupun Pilkada.

“Kita harus saling bersinergi dan berkoordinasi antara Kementerian/Lembaga hingga Kepala Daerah. Jika sudah bersinergi dengan pusat, biasanya perkembangan daerah akan lebih pesat dan kuat,” pungkasnya.

Selain Menko Puan, bertindak sebagai narasumber High Level Primary Talk Show dalam rangkaian pembukaan Forum Perencanaan Musrenbangnas 2019 dan RKP 2020, Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan, Menko Perekonomian Darmin Nasution serta Sekretaris Kemenko Polhukam Agus Surya Bhakti. Sesi ini sendiri dimoderatori oleh Desi Anwar.(Humas Kemenko PMK)