oleh

Meraih Mimpi Tertunda Peternak Endok Puyuh Desa Kenanti

PATI, channel-indonesia.com – Tak kenal lelah masyarakat terus berjuang untuk menghidupi keluarga di tengah pandemi Covid-19. Dampaknya sangat berpengaruh terutama dalam mensiasati hasil dari pekerjaan yang dilakukan masyarakat di pedesaan.

Masyarakat di pedesaan yang pada umumnya bergantung dari hasil pertanian, perikanan maupun peternakan. Hasil yang diperoleh melimpah namun daya beli masyarakat menurun seiring wabah pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

Desa Kenanti Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati Provinsi Jateng merupakan wilayah yang secara geografis masuk dalam daerah pesisir pantai utara Jawa.

Perekonomian masyarakatnya tumbuh dan berkembang dari ketekunan, keuletan serta kegigihan warganya yang terus bekerja keras memanfaatkan potensi sumber daya maupun hasil olahan di desanya.

Salah satu bentuk usaha yang dikembangkan warga dengan membudidayakan peternakan burung puyuh untuk memperoleh hasil berupa telurnya. Meskipun skala usaha ini tidak besar, namun dapat menafkahi keluarga.

Merintis usaha burung puyuh ini tergolong sulit dilakukan, karena membutuhkan kesabaran, kerajinan, keuletan dan mempunyai resiko yang tinggi dalam tingkat kematian hewannya.

 

Seperti halnya yang dilakukan salah satu warga yang akrab disapa mas Sopin (47 th) menggeluti usaha ini sejak tahun 2017 silam hingga sekarang.

Usaha yang dimulai dengan mencoba 4 kandang, yang mana per kandang terdiri dari 4 tingkat, berisi 50 ekor. Seiring perkembangan waktu saat ini telah berkembang menjadi 12 kandang.

Hasil yang didapat per hari kurang lebih mencapai 2000 butir. Tergantung dari usia produktif burung puyuhnya, ungkap mas Sopin menjelaskan ke awak media channel-indonesia.com Senin (27/9/21)

Penjualan telur puyuh tidaklah sulit, pengepul datang membeli sekaligus bekerjasama dengan menjual pakan ternaknya.

” Kulo saget tumbas pakan ne puyuh mboten mlampah neng toko, “ tuturnya dengan logat bahasa Jawa.

” Mugi-mugi wabah Covid-19 enggal rampung, supados warga saget makaryo maleh kados waune, ekomomi lancar pasar saget mlampah reregan saget stabil. Khususe rego ndok puyuh saget meningkat, “ harapan mas Sopin dengan raut wajah sumringah.

Apapun pekerjaan yang dilakukan dan dilandasi tujuan yang baik, niscaya akan berbuah manis akhirnya.

Wabah Covid-19 jangan menjadi halangan untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat baik itu untuk diri sendiri maupun orang lain.

Teruslah berjuang, berkarya untuk dapat bertahan dan melewati rintangan yang ada demi masa depan yang lebih baik. (Arif)

Berita Terbaru