Danramil Grogol Hadiri Pencanangan Pembangunan Proyek Bandara Internasional Kediri

oleh -

KEDIRI,channel-indonesia.com– Danramil 0809/05 Grogol Kodim Kediri Kapten Arm Bangun Budi Adi menghadiri pencanangan pembangunan Bandar Udara Internasional Baru Kediri oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Investasi, dan Selaku Menteri Perhubungan Ad Interim Bapak Luhut Binsar Panjaitan melalui Video Teleconference (Vicon). Rabu (15/04/2020)

Kegiatan ini tersebut dilaksanakan di lokasi proyek Bandar Udara Kediri Baru di Dusun Ringinrejo Desa Grogol Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri.

Pencanangan ditandai dengan penekanan tombol sirene jarak jauh oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Dalam sambutannya, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan rencana pembangunan bandara Internasional di Kediri ini sudah dilakukan sejak dua tahun lalu bersama Gubernur Jawa Timur dan sejumlah kepala daerah. Rencana itu mulai mengerucut setelah Direksi PT. Gudang Garam Tbk. menyampaikan keinginan membuat lapangan terbang di Kediri.

“Ini adalah kerjasama berserajah karena baru pertama kali disponsori swasta,” kata Luhut.

Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan pelaksanaan proyek bandara di Kediri merupakan proses yang panjang. Beruntung dukungan yang diberikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam merancang infrastruktur sangat besar.

Demikian pula Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil yang menyelesaikan pembebasan lahan dengan baik, dengan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Kediri.

Luhut Binsar Pandjaitan menambahkan, pemerintahan Republik Indonesia periode 2014 – 2019 telah menyelesaikan pembangunan jalan sepanjang 3.432 km, jalan tol 947 km, jembatan 40 km, jembatan gantung 134 unit, dan bandara baru sebanyak 10 unit termasuk bandara Internasional Kediri.

Skema pembangunan bandara ini, menurut Luhut, dilakukan dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Unsolicited. Hal ini sesuai dengan Perpres Nomor 38 Tahun 2015 dan Permenhub Nomor 58 Tahun 2018, dimana PT Surya Dhoho Investama (anak perusahaan PT Gudang Garam Tbk.) akan melakukan kerjasama operasional dengan PT Angkasa Pura I sebagai pemegang BUBU (badan usaha bandar udara).

Luhut berharap pembangunan bandara ini akan membantu konektivitas wilayah Jawa Timur bagian selatan. Dengan jumlah penduduk di propinsi ini mencapai 40 juta orang, keberadaan bandara akan sangat membantu menumbuhkan perekonomian, pariwisata, dan keberangkatan haji.