oleh

140 Pekerja Migran Indonesia dari Kepulauan Solomon Tiba di Jakarta

JAKARTA, channel-indonesia.com-
Pada tanggal 17 November 2020 sebanyak 140 Pekerja Migran Indonesia yang sebelumnya bekerja di berbagai perusahaan di Kepulauan Solomon dapat kembali ke Tanah Air melalui program repatriasi mandiri dengan menggunakan pesawat charter milik maskapai Garuda
Indonesia.

Duta Besar RI untuk Papua Nugini dan Kepulauan Solomon, Drs. Andriana Supandy, MA menjelaskan bahwa para PMI yang kembali umumnya karena mengalami PHK atau habis masa kontrak kerjanya. Sejumlah PMI tersebut bekerja pada sejumlah sektor, diantaranya
kehutanan, pertambangan dan konstruksi. Pada saat keberangkatan, seluruh PMI dalam keadaan sehat dan kondisi yang baik.

Duta Besar Andriana Supandy lebih jauh lagi memaparkan bahwa Pemerintah Kepulauan Solomon telah berlakukan State of Public Emergency (SOPE) untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19 pada tanggal 25 Maret 2020. Karena kebijakan tersebut, hampir seluruh rute penerbangan internasional yang melayani rute dari dan menuju ke Honiara sebagai pintu kedatangan utama penumpang internasional mengalami penundaan.

Hal tersebut juga mengakibatkan tertundanya jadwal kepulangan sejumlah PMI yang telah berakhir masa kerjanya.

Selama penundaan tersebut KBRI senantiasa memantau kondisi para PMI serta menjajaki berbagai alternatif untuk memfasilitasi pemulangan, termasuk juga langkah repatriasi mandiri yang akhirnya dapat dilaksanakan atas koordinasi dengan berbagai pemangku
kepentingan di Jakarta, khususnya Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, Maskapai Garuda Indonesia dan Pemerintah Provinsi Papua yang telah memfasilitasi proses transit penerbangan tersebut di Bandara Sentani, Jayapura.

Terkait dengan sejumlah PMI yang masih berada di Honiara, Duta Besar Andriana Supandy menyampaikan bahwa pihaknya beserta jajaran akan terus memantau kondisi dan keberadaan para WNI melalui kerjasama dengan para sukarelawan dari Solomon Islands –
Indonesia Friendship Association (SIIFA). KBRI Port Moresby juga senantiasa berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan, khususnya Kementerian Luar Negeri, guna memfasilitasi proses pemulangan lanjutan bagi para PMI.

Penerbangan khusus yang membawa 140 WNI berangkat dari Honiara International Airport di Kepulauan Solomon pukul 16.00 sore waktu setempat dan tiba di Jakarta pukul 23.00
WIB pada hari yang sama. Tidak hanya memfasilitasi kepulangan para PMI, pada saat keberangkatan dari Indonesia ke Honiara, pesawat milik maskapai Garuda Indonesia dengan kode penerbangan GA6560 / GA6570 tersebut membawa 16 penumpang yang 10
diantaranya merupakan tenaga ahli Indonesia yang akan memberikan bantuan teknis dari Indonesia untuk membangun Stadion Futsal di Kepulauan Solomon.

Sejauh ini KBRI telah memfasilitasi kepulangan 690 WNI melalui 16 kali program repatriasi mandiri, baik melalui Pos Lintas Batas Skouw – Wutung di perbatasan RI – PNG maupun melalui penerbangan khusus rute Port Moresby – Jakarta bagi para PMI yang berada di
Papua Nugini. Sementara untuk PMI yang berada di Kepulauan Solomon, penerbangan kali ini adalah repatriasi tahap kedua setelah sebelumnya dilakukan repatriasi bagi 63 PMI
melalui rute penerbangan Honiara – BIAK pada tanggal 28 September 2020. (Luska)

Berita Terbaru