oleh

Mitra Seni Indonesia Pertahankan Predikat Batik Sebagai Warisan Budaya Tak Benda dari UNESCO

JAKARTA – Batik merupakan salah satu warisan budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia.Tidak hanya itu keindahan batik bahkan sudah diakui dunia.Batik telah berkembang menjadi satu ikon fashion budaya Indonesia dengan berbagai warna dan motif.

Batik kini telah diakui UNESCO sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan tak benda yang dikukuhkan tanggal 2 Oktober 2009.

Dalam rangka memperingati 11 tahun hari Batik Nasional, Mitra Seni Indonesia (MSI) sebagai perkumpulan yang peduli terhadap pelestarian seni dan budaya di Indonesia menyelenggarakan lomba berbusana batik serasi serta lomba kreasi atau desain motif batik yang diikuti oleh 60 peserta anggota Mitra Seni Indonesia.

Lomba ini dinilai oleh team Dewan juri yang kompeten di bidang nya yaitu Samuel Wattimena sebagai ketua yang juga merupakan staf khusus Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Lisa Ayodhia pemerhati fashion, Neneng Iskandar selaku Kurator dari Himpunan Wastaprema, Budi Darmawan founder kita Batik Komunitas pencinta Batik Kreatif dan kompeten selaku kurator Wastra Indonesia.

Menurut Ketua Umum Mitra Seni Indonesia Sari Ramdani, kriteria yang ditetapkan adalah batik tulis dan atau cap serta tidak diperkenankan menggunakan motif batik printing, selain itu harus mengetahui asal daerah dari motif yang digunakan serta filosofinya.

Dikemukakan Sari Ramdani seluruh proses kegiatan ini dilakukan hanya dengan mengirimkan photo serta motif atau desain dengan tetap mengikuti protokol kesehatan ditengah pandemi ini.

Lebih lanjut dijelaskan Sari Ramdani untuk kreasi/desain motif batik mengambil tema Jakarta dan Flora
Fauna.

Kegiatan ini diadakan untuk tetap mempertahankan batik sebagai warisan budaya non Benda dari Indonesia agar predikat UNESCO 11 tahun lalu jangan sampai terlepas dari bumi nusantara.

Sementara itu Ketua Panitia Lomba Busana Batik Serasi : Endang G Sawarno mengatakan meski ditengah pandemi, Mitra Seni Indonesia berupaya tetap memperingati hari Batik Nasional 2020 dengan berbagai keterbatasan yang ada.

Ditegaskan Ketua Panitia Busana Serasi Endang, kriteria penilaian dilihat dari gagasan dan konsep, originalitas , kreativitas, aktualitas mempunyai arti dan motif orisinal, komposisi warna dan unsur tekhnis dan harus disertai dengan mengenakan masker batik dalam rangka turut serta program kampanye pemerintah disiplin menggunakan masker.

Sementara itu ketua panitia Lomba Kreasi/Desain Motif Batik : RR Tentamia menjelaskan pengumuman lomba dilakukan secara virtual.

Adapun hadiah yang disediakan bagi pemenang lomba berupa uang, sertifikat piagam dan sehelai Batik Cap . Juara pertama mendapat uang senilai dua setengah juta rupiah, juara kedua dua juta rupiah dan juara ketiga satu juta lima ratus ribu rupiah.

Keluar sebagai pemenang pertama Lomba Berbusana Batik Serasi terbaik juara pertama Titi Triwidodo, juara kedua Caecilia Tinna Halim, juara ketiga Trias Putri Sutisnawan. Sedang untuk juara pertama Lomba Kreasi/Design Motif Batik Trias Putri Sutisnawan, juara kedua Annisa Arumdari, juara ketiga Endang G Sawarno.

Sekilas mengenai Mitra Seni Indonesia (MSI) Mitra Seni Indonesia (MSI) adalah perkumpulan yang bersifat nirlaba dan non politik dan berbadan hukum. MSI didirikan pada tanggal 9 Agustus 2007. MSI merupakan wadah bagi pemerhati atau pencinta dan pelaku seni untuk bersama2 mengembangkan talenta dalam berkesenian.

Mitra Seni Indonesia didirikan oleh Ir.Sanyoto Sastrowardoyo (alm), ibu Susrinah Sanyoto dan Ibu Sri Harmoko. Saat ini anggota MSI berjumlah hampir 800 orang. Mitra Seni Indonesia memiliki berbagai kelompok pelatihan diantaranya angklung, arumba, kolintang dan tangklung, paduan suara, seni lukis, karawitan, tari tradisional, line dance olah vokal dan terbuka bagi masyarakat yang mencintai seni. (Luska)

Selengkapnya