oleh

Tarif Cukai Rokok Alami Kenaikan Tahun 2021

JAKARTA – Dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2021, penerimaan cukai tahun depan ditargetkan sebesar Rp178,47 triliun atau naik 3,6 persen dari tahun ini. Dari target tersebut, cukai rokok ditargetkan sebesar Rp172,75 triliun.

Faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan cukai antara lain adanya kebijakan penyesuaian tarif cukai hasil tembakau. Selain itu, penerimaan cukai juga didorong oleh pengenaan objek cukai baru, seperti kantong plastik. Pemerintah juga akan tetap melakukan penertiban cukai berisiko tinggi di tahun mendatang.

Dikutip dari buku Nota Keuangan dan RAPBN 2021, rencana implementasi pengenaan objek cukai baru (cukai kantong belanja plastik), serta dampak Penertiban Cukai Berisiko Tinggi (PCBT) secara berkesinambungan yang ditargetkan semakin menurunkan peredaran rokok ilegal di 2021.

Menanggapi hal tersebut, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan menyebut pemerintah akan segera memutuskan tarif kenaikan cukai rokok untuk 2021. Biasanya tarif baru akan diumumkan pada Oktober sebagaimana yang dilakukan di tahun-tahun sebelumnya.

“Kalau secara historis biasanya kita Kemenkeu umumkan akhir September atau awal Oktober dan akan konsisten dengan sebelum-sebelumnya,” kata Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu Heru Pambudi dalam video conference di Jakarta, Selasa, (25/8/2020).

Heru menambahkan ada banyak hal yang menjadi pertimbangan pemerintah dalam menetapkan tarif cukai rokok yang akan dikenakan. Sehingga pemerintah tidak hanya berpatokan pada target penerimaan yang dibebankan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021.

“Tentunya dalam menentukan tarif, kita selalu mempertimbangkan faktor kesehatan, industri termasuk petani cengkeh, kemudian petani tembakau, penerimaan itu sendiri dan juga adanya potensi rokok ilegal,” jelas dia.
(Luska)

Berita Terbaru