Lolos Kandidat Komisioner Kompolnas, Benny Mamoto Bakal Bangun Komunikasi dan Trust dengan Masyarakat

oleh -

JAKARTA – Menkopolhukam Mahfud MD menyerahkan 12 nama kandidat komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) periode 2020-2024 kepada Presiden Jokowi yang akan memilih enam di antaranya.

“Mereka ini sudah melalui 5 jenis seleksi, administrasi, tertulis, assesment, kesehatan, wawancara, sehingga nanti diharapkan bisa membantu Presiden melalui Menko Polhukam untuk mempercepat dan memperbaiki lagi kinerja kepolisian,” jelas Mahfud MD, Jumat (17/07/2020).

Calon komisioner Kompolnas yang berasal dari unsur kepolisian adalah Benny Mamoto, Eko Hadi Sutedjo, Pudji Hartanto Iskandar, Supardi Hamid, Albertus Wahyurudhanto, Arief Wicaksono Sudi Utomo.

Kelolosan Irjen Pol (Purn) Dr Benny Jozua Mamoto, SH atau Benny Mamoto berhasil masuk ‎dalam bursa kandidat komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) periode 2020-2024 berhasil mengikuti sejumlah tes yang diberikan oleh Pansel Calon Anggota Kompolnas yaitu oleh Suparman Marzuki, Komjen Pol Moechgiyarto (Wakil Ketua) dengan anggota Titik Haryati. Irjen Pol Carlo Tewu, Prof Eddy O.S Hiariej, Prof Muhammad Mustofa, Prof Khasan Effendy, Irjen Pol (purnawirawan) Ronny Lihawa, dan Irjen Pol (purn) Ansyaad Mbai.

Sejumlah tes berhasil dilalui oleh eks Deputi Pemberantasan BNN seperti tes administrasi, tes wawancara, assessment, hingga tes kesehatan yang dilakukan dalam dua bulan hingga akhir April 2020, yang diberikan oleh

Dalam tes administrasi proses seleksi calon anggota Komisioner Kompolnas dimana salah satu persyaratannya adalah tidak menjadi anggota parpol. Benny Mamoto tercatat telah keluar dari Partai Nasdem sejak tanggal 12 desember 2019.

” Saya sudah mundur jadi anggota parpol sejak tanggal 12 desember 2019, sebagai salah satu persyaratan administratif. kalau masih jadi anggota parpol maka pada saat seleksi administratif tidak akan lolos,` tegas Benny saat dikonfirmasi oleh channel-indonesia.com melalui pesan singkatnya, Senin (20/7/2020).

Saat ini  Benny Mamoto aktif di dunia akademis di UI, sebagai dosen dan Kepala Pusat Riset Ilmu Kepolisian dan Kajian Terorisme UI. Irjen Benny Mamoto mempunyai segudang keberhasilan saat menjalani tugas di Polri maupun BNN, seperti operasi-operasi pengungkapan sindikat mafia narkoba kelas kakap Freddy Budiman, lalu keberhasilan operasi ladang ganja di Mandailing Natal dan Aceh, kemudian operasi di lapas-lapas yang berhasil menciduk bandar bandar tanpa pandang bulu.

” Banyak pengalaman selama bertugas di Polri, BNN dan banyak pula kajian kajian akademis selama mengajar di Prodi Kajian Ilmu Kepolisian dan Prodi Kajian Terorisme yang dapat dijadikan masukan bagi Polri,” terang eks Dit I Bareskrim Polri (2001) dan Wakil Direktur II/Ekonomi & Khusus Bareskrim Polri (2006).

Berikut wawancara sederhana dan singkat dengan Irjen Pol (Purn) Dr Benny Jozua Mamoto, SH tentang misi visnya menjadi bakal Komisioner Kompolnas :

T : Yang akan dilakukan pertama kali jika duduk dikursi Komisioner Kompolnas?
J : Kalau Tuhan mengijinkan saya duduk sebagai anggota Komisioner Kompolnas maka yang pertama saya utamakan adalah membangun komunikasi dan trust dengan jajaran Polri.
Karena kalau Polri dinilai jelek maka Kompolnas juga jelek, jadi Komisioner Kompolnas harus bisa jadi teladan, punya integritas, kompetensi, dan kemampuan komunikasi. kalau kita mau mengawasi orang lain atau institusi maka kita harus introspeksi diri dulu. Pepatah mengatakan satu jari menunjuk ke orang lain maka tiga jari akan menunjuk pada kita.

T : jadi ?
J : Kompetensi sangat diperlukan. bagaimana mau memberi masukan atau mengoreksi kalau kita tidak menguasai masalahnya. Membangun komunikasi dan trust dengan masyarakat sangat penting karena tanpa dukungan dan peran serta masyarakat maka Kompolnas tidak banyak bisa berbuat.

T : dalam hal ini sejauh mana pentingnya peran masyarakat ?
J : Kepedulian masyarakat untuk ikut mengawal dan mengawasi Polri sangat penting agar Polri tetap profesional, dipercaya dan dicintai masyarakat. Disinilah peran Kompolnas untuk bagaimana bergandengan tangan dengan masyarakat untuk membantu dan mengawasi Polri.

Itulah sebagian kecil dari apa yang akan saya lakukan bila Tuhan ijinkan saya jadi Komisioner Kompolnas. (Luska)