Menko PMK Pastikan Pelayanan Ibadah Haji 2019 Berjalan dengan Baik

oleh -

MAKKAH,channel-indonesia.com– Melanjutkan kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani di Arab Saudi, Menko PMK memimpin Rapat Tingkat Menteri terkait kesiapan penyelenggaraan haji 2019 yang saat ini sudah memasuki tahap pelunasan,Rabu (29/4/2019

Menko PMK memberikan apresiasi atas Indeks Kepuasan Haji Indonesia di tahun 2018 yang meningkat dari tahun sebelumnya menjadi 85,23, Indeks kepuasan ini diukur oleh BPS guna menjamin independensi.

Sejarah mencatat bahwa selama tiga tahun terakhir Pemerintah telah memberikan perhatian yang serius terhadap penyelenggaraan ibadah haji. Berturut-turut Rapat Tingkat Menteri dilaksanakan di Arab Saudi dan dilanjutkan dengan pengecekan secara langsung fasilitas pelayanan haji.

“Alhamdulillah dari tahun ke tahun berbagai upaya telah dilakukan guna meningkatkan pelayanan kepada para tamu Allah. Tahun 2018 Indeks Kepuasan Haji Indonesia meningkat menjadi 85.23, dan ini lebih baik dari tahun sebelumnya” Ujar Menko PMK

Lebih lanjut Menko PMK mengatakan bahwa capaian-capaian ini tentu saja merupakan hasil kerja keras dari berbagai Kementerian dan Lembaga yang secara bersama-sama memastikan agar pelayanan jamaah haji semakin baik. Total kuota jemaah haji Indonesia tahun 2019 sebesar 221.000 orang, yang saat ini bertambah 10.000 orang, sehingga total jamaah haji Indonesia di tahun 2019 sebanyak 231.000 orang.

Penambahan kuota haji ini merupakan hasil dari kunjungan Presiden RI ke Arab Saudi belum lama ini sehingga Indonesia merupakan negara terbesar yang mengirimkan jamaah hajinya.

Pada kesempatan ini Menko PMK juga membahas beberapa inovasi pelayanan bagi jemaah haji diantaranya: Fast track untuk pelayanan cepat bagi jamaah haji sehingga mempercepat proses keimigrasian calon jamaah haji; Hotel di Madinah disewa secara full musim dan lokasinya semua berada di Markaziah, sehingga memudahkan jamaah haji melakukan arbain selama di Madinah,

Penomoran tenda baik di Arafah maupun di Mina, hal ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya klaim tenda oleh jamaah yang datang lebih awal; Tenda di Arafah juga akan dilengkapi dengan AC, tidak seperti tahun yang sebelumnya hanya dengan kipas angin disertai sprinkle air; Bimbingan ibadah ditingkatkan dengan menambah petugas bimbingan; dan Integrasi rekam medis jamaah haji dengan data SISKOHAT, sehingga memudahkan pelayanan bagi jamaah haji.

Keseluruhan jamaah haji dibagi kedalam 528 kloter yang akan ditempatkan di 7 zona. Sistem zonasi ini diharapkan memudahkan dalam pelayanan jamaah. Terkait dengan konsumsi bagi jamaah haji, Menko PMK menekankan penting memastikan agar ada tanda yang jelas pada makanan untuk siang hari dan malam hari serta pengawasan ketat pada makanan yang akan diberikan kepada jamaah haji. Selama di Madinah, nantinya jamaah haji akan diberikan makanan sebanyak 18 kali sementara di Makkah sebanyak 40 kali hingga tanggal 6 Dzulhijjah.

Seusai rapat Menko PMK beserta rombongan meninjau langsung fasilitas hotel. Menko PMK juga mengingatkan kepada pemilik hotel agar mengurangi jumlah tempat tidur demi kenyamanan jamaah haji yang akan beribadah.

Menko PMK mendapati kamar hotel yang diisi dengan 4 tempat tidur dan berhimpitan. Menko PMK mengingatkan agar dikurangi menjadi 3 saja agar ada ruang untuk gerak dan tempat menaruh kopor pakaian.

Hadir dalam rapat ini Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek; Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin; Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi, Agus Maftuh Abegabriel; Dirjen Haji Kementerian Agama; Deputi Menko PMK; Konsul Jenderal RI di Jeddah; Athan dan Atpol; Irjen Kemenkes; serta seluruh staf Kantor Urusan Haji Indonesia di Arab Saudi.(Humas Kemenko PMK/munir)