oleh

TNI Polri Kejar KKB Pelaku Pembakaran SD Mayuberi, Perumahan Guru dan Puskesmas Illaga

PAPUA, channel-indonesia.com – Situasi yang berhasil dikendalikan oleh TNI/ Polri diarea Perkotaan dan Bandara Distrik Illaga, membuat tersingkirnya KKB diwilayah perkotaan dan bandara, dimana pergeseran KKB Illaga menuju batas utara dengan melakukan Pembakaran 2 (dua) Ruang SD Mayuberi, dan 3 (tiga) Rumah Guru serta 1 (satu) Buah Puskesmas Lama di *Kamp. Mayuberi*, Distrik Ilaga Utara, Kab. Puncak.

Pelaporan adanya pembakaran  2 (dua) Ruang SD Mayuberi, dan 3 (tiga) Rumah Guru serta 1 (satu) Buah Puskesmas Lama di *Kamp. Mayuberi*, senin 03 Mei 2021, Pukul 10.55 WIT, Di Polres Puncak, pada hari minggu tanggal 02 Mei 2021, sekitar pukul 21.30 Wit. Untuk lokasi terjadinya pembakaran SD Inpres Mayuberi, Rumah Guru dan Puskesmas, dimana berdasar informasi pelapor tersebut di dapatkan dari adiknya pelapor yang melihat secara lansung pembakaran bangunan yang dilakukan oleh KKB (kelompok Kriminal Bersenjata)

Kronologi kejadian Pembakaran fasilitas pemerintah oleh Kelompok Kriminal bersenjata diketahui pada Pukul 22.30 WIT, dengan di bakarnya 2 ruang kelas dan 3 ruang rumah guru  SD Inpres Mayuberi dan 1 bangunan Puskesmas lama, selain membakar KKB juga mengeluarkan tembakan  dengan memutus jalan dengan cara di Gali ( dilubang) di daerah sbb :
a. jalan di kampung Tagaloa, dengan lebar 1 meter dalam 1 meter.
b.  jalan kampung Kalebut, Distrik ilaga, lebar 1 meter dalam 1 meter.
c. jalan Putus kamp. Tagaloa (dekat TKP Ali Mom).

Pihak Polri dalam hal ini Kepolisian Resor Puncak telah melakukan pemeriksaan kepada para saksi dimana memberikan keterangan pada saat melakukan pertemuan di Gereja Mayuberi bersama masyarakat di Mayuberi, masyarakat sepakat untuk pergi meninggalkan Kamp. Mayuberi karena tidak aman, saat Ka Distrik Ilaga Utara bersama Masyarakat berjalan kaki sampai di Kamp. Amunggu (dekat jembatan Amungi) sekitar 15 (lima belas) KKB lari menghampiri mereka di antara 7 orang KKB mereka membawa senjata Api Laras Panjang dan mengatakan untuk masyarakat tidak boleh pergi ke Kota Ilaga, tetapi masyarakat semua menolak permintaan tersebut dan ingin ke kota ilaga, lalu KKB membiarakan mereka untuk pergi tetapi Para Pemuda dilarang pergi dan tinggal saja di Muara KKB memgacam apabila pemuda pergi mereka bahaya (ancaman KKB kepada Para Pemuda).

Pada saat melakukan aksi teror, Para KKB  menggunakan Baju singlet Loreng, semua masih Muda, memakai Kalung manik – manik dominasi warna merah serta mengecat muka berwarna Hitam. Para KKB biasanya berjaga jaga di Kamp. Amungi dekat jembatan Amunggi, dan juga di Pintu Angin Kamp. Wuloni, mereka membuat Pos Pantau di Kamp. Wuloni untuk memantau pergerakan Anggota TNI Polri.

Selain pembakaran sekolah, puskesmas dan rumah guru, KKB illaga Tadi malam bergerak membawa masyarakat dari Kamp. Mayuberi, dan memutuskan jalan di Kamp. Kalebut. sehingga ibu – ibu dan masayarakat yang akan pergi ke illaga, tetapi sampai di Kamp. Kalebut (dekat jembatan yang dikasih putus) mereka melihat KKB berjaga – jaga dan membawa senjata Api, kemudian ibu – ibu tersebut lari kembali ke Rumah.

Sedangkan masyarakat yang berada di markas Lumawi, Kamp. Makki, Distrik Ilaga utara, baik Ibu-Ibu dan masyarakat yang berada di sekitar Posisi KKB pimpinan Peni Murib, KKB memaksa masyarakat agar jangan pergi meninggalkan mereka, apabila ada yang pergi makan akan di tindak oleh KKB.

Namun kini pasca pembakaran, kondisi keamanan telah terkendali, karena  kelompok yang melakukan pembakaran telah terindentifikasi dan dikejar oleh Polisi.

Kombes Pol Iqbal Al Qudussy Kasatgas Humas Nemangkawi menjabarkan temuannya.

“Benar, KKB pelaku pembakaran -pembakaran tersebut adalah KKB kelompok Talenggeng, hasil olah TKP dan kesaksian warga.” Jelas Kombes Iqbal. (Luska)

Berita Terbaru