oleh

Satgas Yonif Raider 100/PS Pos Wembi Amankan 2 Paket Ganja

KEEROM, channel-indonesia.com – Satgas Pamtas Yonif Raider 100/PS Pos Wembi mendapat Informasi dari seorang pemuda bernama Ronald (18), bahwa adanya masyarakat (OTK) berjumlah 2 orang menggunakan sepeda motor, pelaku kemudian berhenti di bengkel dekat rumah Ronald dengan membawa Barang Mencurigakan, di Kampung Wembi, Distrik Mannem, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua. Selasa,(01/12/2020).

Disela-sela kegiatannya, Komandan Satgas (Dansatgas) Pamtas Yonif Raider 100/PS Mayor Inf M. Zia Ulhaq, mengatakan bahwa
saudara Ronald merupakan anak dari Bapak Beni Mekawa (Ex OPM) yang tidak sengaja melihat barang terlarang tersebut disimpan di dalam baju pelaku, Pada saat itu 4 personel Pos Wembi yang sedang berjaga di pos dalduk Bersembunyi agar tidak terlihat oleh pelaku.

Lanjutnya, pada pukul 22.00 WIT 1 orang pelaku sebagai mata-mata melintas dengan menumpangi kendaraan truk yang datang dari arah KM 76 menuju Arso sedangkan 1 orang lagi masih menunggu di bengkel di dekat Pos Wembi, dikarenakan pelaku tidak membawa barang terlarang tersebut, maka pelaku dilepas oleh anggota Pos Wembi dan 1 orang pelaku yang dicurigai sedang bertahan di bengkel.

Kemudian, pada pukul 00.23 WIT saudara Ronald mendatangi dan menanyakan apa yg disimpan di dalam baju pelaku tersebut, karena pelaku merasa dicurigai akhirnya pelaku melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor yang dibawanya dan pada saat melarikan diri kantong plastik hitam yg didalam bajunya terjatuh. “Pelaku berhasil kabur dan alhasil barang yang didalam bajunya terjatuh,” ucap Ronald.

Lanjutnya, Ronald menyerahkan barang bukti Narkoba Jenis ganja dalam bentuk 2 bungkus paket sedang dan di amankan oleh Personil Pos Wembi untuk diserahkan ke Komando atas. “Saya sangat senang bisa membantu Bapak TNI dalam memberantas oknum yang menyalahgunakan barang barang terlarang tersebut,” kata Ronald.

“Saya selaku Dansatgas memberikan apresiasi kepada seluruh personel Pos Wembi, karena itu semua didapat bukan karena berdiam diri ditempat, melainkan kegiatan pembinaan teritorial yang telah berjalan baik, membina hubungan emosional yang baik dan memberikan rasa percaya kepada masyarakat di jajaran pos masing masing,” pungkasnya. (Maliki)

Berita Terbaru