oleh

Inilah Sat Ang Air, Kesatuan Air Andalan TNI AD

JAKARTA – Kesatuan yang mahir dilaut ternyata tidak hanya dimiliki oleh TNI AL saja, ternyata TNI AD juga mempunyai pasukan bertugas beroperasi di air yang tergabung dalam  Satuan Angkutan Air (Sat Ang Air).
Sat Ang Air ini memang belum banyak diketahui, namun kiprahnya dalam menjaga NKRI patut diacungi jempol.
Satuan Angkutan Air (Sat Ang Air) ini berada di bawah Pusat Pembekalan Angkutan Angkatan Darat (Pusbengkangad). salah satu komponen penting dalam operasional tugas TNI AD ini mempunyai markas di Jalan Pulau Payung Nomor 2b Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Satuan ini dipimpin oleh perwira berpangkat Kolonel.

Kesatuan air ini mempunyai semboyan Kalaka Rata Yudha yang artinya Kalaka (Air / Laut), Rata (kereta / alat angkut) dan Yudha (perang).

Mengulik sejarah Sat Ang Air yang diambil dari data TNI AD, sejarah awal berdirinya Satangair dimulai pada saat TNI-AD menerima Alat Angkutan Air (Alangair) berupa kapal dari tentara Belanda pada bulan Mei tahun 1950, maka didirikanlah Kesatuan Angkutan Tentara (KAT).


Seiring perkembangan jaman kesatuan ini mengalami beberapa kali pergantian nama sehingga menjadi Satangair sampai dengan saat ini. Tanggal 24 Mei kemudian diperingati sebagai hari jadi Satangair.

“Ini adalah reorganisasi baru, karena kita lihat tadi dengan kita melihat orientasi alutsista yang dimiliki oleh Satuan Angkutan Air ini kita melihat begitu besar, sehingga dipimpin oleh seorang Kolonel,” jelas Kadispenad Brigjen TNI Nefra Firdaus saat doorstop dengan awak media di Markas Sat Ang Air, Selasa (29/9/2020).

Dikesempatan yang sama Komandan Sat Ang AIr Kolonel Winarno menambahkan Sat Ang Air ini bertugas untuk mengangkut prajurit maupun logistik TNI AD, ke seluruh penjuru Indonesia.

“Tugas pokok satuan ini adalah mendukung TNI AD dalam rangka pemindahan pasukan kemudian materil di seluruh NKRI, khususnya di daerah terpencil yang tidak bisa dilayani oleh kapal-kapal umum,” terang Winarno.

Sat Ang Air saat ini memiliki tiga rute besar pelayaran. Yakni jalur barat dari Jakarta ke Aceh, jalur tengah sampai ke Bitung dan jalur timur sampai ke Merauke.

Ditambahkan Winarno, pasukan Sat Ang Air telah dilatih berkemampuan di air , seperti penyelaman, mengoperasikan Kapal Motor Cepat (KMC), melakukan penyelamatan orang di air, hingga mengoperasikan kapal besar pengangkut prajurit dan logistik.

Diambil dari data Sat Ang Air,   Sat Ang Air ini mempunyai sejumlah kapal  yaitu kelas kapal 150 DWT : 3 unit, kelas kapal 300 DWT : 3 unit, kelas kapal 500 DWT : 2 unit, kelas kapal 1000 DWT ; 3 unit, kelas kapal 1200 DWT : 1 Unit dan kelas kapal 1500 DWT ; 2 unit.

Sedangkan materil kompi pendarat taktis, Sat ang air memiliki LCR ; 15 unit, RIB : 2 unit, KMC : 5 unit, perahu rawa :1 unit, ALC : 4 unit, Hover Craft : 2 Unit dan Jetsky : 4 Unit.

Untuk Kompi Harjasa, Sat Ang aIr memiliki Tug Boat AD-10, Tug Boat AD-02 dan LCM.

Banyak kesuksesan operasi yang telah dilaksanakan oleh para prajurit Sat Ang Air seperti Operasi (Ops) RMS di Ambon, Ops DI/TII di Aceh, Sulsel dan Jabar, Ops Ibnu Hajar di Kalsel, Ops Gab Pengacau di daerah Rawa Badak TG Priuk, Ops Penumpasan PRRI/Permesta di Sumatre dan Sulawesi, Ops Trikora, Ops Dwikora, Ops penumpasan G 30 s/PKI, Ops Sadar I,II Wibawa Papera, Ops Seroja di Timor Leste 1978 hingga 1998, Ops pemulihan keamanan di Maluku 2002 dan ops DAR Sipil & DAR Militer di NAD 2002 – 2004

Sedangkan keberhasilan tugas berskala international seperti pengangkutan pasukan Garuda ke Kongo, pengangkutan Alpal pasukan PBB Kongo- Malaysia dan bantu kandasnya kapal Norwegia di Perairan Teluk Jakarta.

Sat Ang Air juga melakukan operasi bhakti/karya seperti Pam Pemilu tahun 1955 – 1957, pengangkutan barang eksport/import dari dan dalam luar negeri, pengangkutan bahan pembangunan ke Sumatrea, Kalimantan, Sulawesi, pengangkutan mahasiswa PON Makassar dan tugas kemanusiaan di Aceh pasca Tsunami dan gempa bumi  dengan mengerahkan kapal KM ADRI XXXII, XXXVI, XL,XLI, XLV tahun 2004-2005. (Luska)

 

Selengkapnya