oleh

Pesan Danjen Kopassus untuk Komando Operasi Khusus TNI

JAKARTA – Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa S.E., M.Tr (Han),menerima kunjungan kerja sekaligus olahra raga bersama Komando Operasi Khusus (Koopsus) TNI yang dipimpin langsung oleh Komandan Koopssus TNI yang berasal dari Kopassus, Mayjen TNI Richard T.H Tampubolon, di Gedung Nanggala, Makopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Jumat (28/8).

Dalam kesempatan ini, Danjen Kopassus mengenang ikhwal pembentukan Koopssus TNI. Untuk diketahui, ide membentuk komando operasi khusus lintas matra TNI, yang menggabungkan kekuatan pasukan elite milik TNI AD, TNI AU dan TNI AL ini bermula dari karya tulis Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa S.E.,M.Tr (Han),saat mengikuti Pendidikan Reguler XLI Sesko TNI di tahun 2014 silam. Dan, karya tulis tersebut menjadi yang terbaik serta meraih penghargaan Piala Wira Karya Nugraha.

“Koopssus ini idenya merupakan tulisan saya ketika Sesko TNI. Dimana ide yang saya lempar, Koopssus menjadi yang pertama dalam operasi-operasi gabungan, pendaratan, lintas udara, maupun operasi gabungan lainnya. Koopsus ini ‘tangan kanannya’ Panglima TNI, yang bisa langsung digerakan pada kesempatan pertama langsung meluncur. Tidak ke Kasad dulu, atau Kasal dulu atau Kasau dulu, kendati ada Kotama lain,” papar Danjen Kopassus.

Lebih jauh peraih gelar Adhi Makayasa – Tri Sakti Wiratama Akademi Militer 1990 ini menuturkan, sebagai satuan elite yang ‘kecil’, baik Kopassus maupun Koopssus TNI harus memiliki dampak dan efek yang besar dalam menjalankan berbagai penugasan yang diberikan. Menurutnya, kuncinya terletak pada koordinasi dan komunikasi, baik dalam hal pelaksanaan latihan maupun tugas-tugas di lapangan.

“Perbanyak latihan untuk meningkatkan profesionalitas, karena Koopssus TNI ini gaungnya kemana-mana. Tingkatkan koordinasi dan komunikasi, karena masing-masing satuan memiliki tugas dan program. Termasuk juga kapan mengambil posisi standby, kapan ‘bermain bersama-sama’ di momen-momen tertentu yang perlu diperhatikan,” papar Danjen Kopassus.

Mengenai kekhawatiran adanya tumpang tindih antara Kopassus dan Koopssus TNI, menurutnya tidak perlu ada. Sebab, alurnya sudah jelas. Koopssus menurutnya yang pertama bergerak. Sementara Kopassus bersama Kotama TNI lainya, siap membantu dan memperkuat apabila dibutuhkan, sesuai dengan kondisi yang ada, karena sifatnya strategis.

“Koopssus orang pertama, kami di Kotama siap membantu. Kalau nanti ada insiden multiple attack, kami bantu dan perkuat. Terus diperkuat sesuai dengan kebutuhan. Untuk itu, kemampuan di darat, udara dan laut harus terus dikembangkan. Tidak boleh ada ego satuan,” tegasnya.

Menariknya, dalam kesempatan ini Danjen Kopassus juga mengungkapkan olahraga yang cocok dengan sifat dan tugas pokok pasukan khusus di seluruh dunia. Menurutnya, olahraga tersebut adalah Bulutangkis.

“Olahrga Pasukan Khusus seluruh dunia, yang nyambung dengan tugas pokok, ya . Olahraga ini bermain respon, reaksi, balas, cepat, serang, bertahan. Kalau olahraga lain masih sempat berpikir. Pasukan khusus itu harus responsif, cepat dan tepat,” pungkas Danjen Kopassus. (Maliki)

Selengkapnya