KRI Banda Aceh 593 Debarkasi 2 Batalion AD Satgas Pamtas RI – Papua Nugini

oleh -

JAKARTA,channel-indonesia.com-KRI Banda Aceh 593 tiba Pelabuhan Semarang, Kamis (9/7). KRI Banda Aceh 593 sandar di Pelabuhan Semarang debarkasi 2 Batalion Infanteri 411 Pandawa dan 406 Cakra Kesuma yang usai melaksanakan tugas pengamanan perbatasan (Pamtas).

Kapal perang jenis Landing Platform Dock (LPD) yang dikomandani Letkol Laut (P) Ali Setiandy, M.Tr (Han)., M.Tr(Hanla) mendukung Satgas Pamtas wilayah Indonesia timur, dalam rangka melaksanakan tugas pokok Komando Lintas Laut Militer sebagai pelaksana angkutan laut militer sesuai Peraturan Presiden no 66 tahun 2019 tentang Susunan Organisasi TNI.

Proses debarkasi tetap mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah, meskipun memasuki Masa the new normal namun semua masih berstatus siaga terhadap penyebaran Covid-19.

Oleh karena itu, Tim Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran Covid-19 Kota Semarang menyambut kedatangan satgas dengan melakukan pemeriksaan dan sterilisasi saat personel maupun materiil yang diturunkan dari KRI Banda Aceh 593.

Letkol Laut (P) Ali Setiandy, M.Tr (Han), M.Tr(Hanla) mengatakan selama lintas laut dari dermaga Makassar berjalan dengan lancar dan aman. Seluruh prajurit dalam kondisi prima, mereka disiplin mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. “Selama lintas laut para Prajurit melaksanakan kegiatan fisik berupa senam dan berjemur,” tambahnya.

Panglima Kolinlamil Laksma TNI Abdul Rasyid, S.E., M.M menekankan kepada para prajuritnya yang melaksanakan tugas operasi, agar selama penugasan selalu memperhatikan protokol kesehatan, menjaga kondisi fisik dan daya tahan tubuh.

“Meskipun sedang melaksanakan tugas mendukung angkutan laut militer Satgas Pengamanan perbatasan, personel KRI Banda Aceh 593 juga harus membantu pemerintah setempat. Dalam mensosialisasikan pemutusan mata rantai covid 19 dengan protokol kesehatan yang benar dengan physical distancing. Sehingga dapat membantu menghentikan penyebaran Covid-19 yang semakin meningkat melalui koordinasi dengan satuan wilayah dan pemerintah setempat,” ujar Panglima Kolinlamil berpesan. (Maliki)