Lebih Dekat Dengan Danrem 142/Tatag, Brigjen TNI Firman Dahlan

oleh -

MAMUJU,channel-indonesia.com– Memiliki sikap tegas dan lugas dalam memimpin satuan yang dipimpinnya, sederhana dan rendah hati dalam kesehariannya, merupakan sifat yang selalu melekat dalam diri Danrem 142/Taroada Tarogau (Tatag), Brigjen TNI Firman Dahlan, S.I.P.

Hal tersebut disampaikan Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 142/Tatag, Mayor Inf Ahmad T, S.Sos., M.Si., dalam rilis tertulisnya di Mamuju, Sulawesi Barat, Minggu (14/6/2020).

Diungkapkan Kapenrem, walaupun kini sudah menyandang pangkat Bintang Satu, sifat kesederhanaan dan rendah hati ini selalu melekat dalam diri Danrem pertama yang menyandang Brigadir Jenderal TNI ini.

“Ini berdasarkan Surat Keputusan Kasad Nomor Kep/23/2019 tanggal 6 Desember 2019 tentang peningkatan status 22 Korem tipe B ke tipe A, dan pembentukan 1 Korem tipe A jajaran TNI AD, salah satunya Korem 142/Tatag, maka komandannya naik satu tingkat menjadi Brigadir Jenderal (Brigjen),” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Ahmad, pada Rabu (10/6/2020), pria kelahiran Wajo ini telah melaksanakan laporan korps kenaikan pangkat kepada Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa, bertempat di Lantai Dasar Gedung E Mabesad di Jakarta.

“Sehari sebelumnya (Selasa 9/6/2020), Brigjen TNI Firman Dahlan bersama 73 Pati TNI AD, 3 Pati TNI AL, dan 7 Pati TNI AU melaksanakan laporan korps kenaikan pangkat kepada Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto di Mabes TNI,” jelasnya.

“Dan kini Firman Dahlan diberikan amanah menjadi Danrem pertama yang menyandang pangkat Jenderal Bintang Satu yang membawahi wilayah Provinsi Sulawesi Barat ini, “ urai Ahmad.

Firman Dahlan dilahirkan di Kabupaten Wajo pada tanggal 24 Oktober 1964. Masa kecilnya dihabiskan di Wajo bersama kedua orang tuanya. Latar belakang sebagai anak seorang guru, mengiringi setiap perjalanannya yang selalu disiplin dalam belajar dalam mengejar cita-cita.

“Dalam meraih cita-cita diperlukan kerja keras, disiplin dan tentu saja harus selalu rajin belajar. Jangan pernah sia-siakan masa mudamu untuk mengejar impian. Kesempatan yang sama tak akan datang setiap saat,” katanya.

Selepas SMA, dirinya pun melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Negeri di Universitas Hasanuddin Fakultas Teknik. Tapi karena tekadnya yang bulat untuk menjadi seorang prajurit TNI, suami dari Purwitasari ini saat masih kuliah ditinggalkannya dan mendaftar Taruna Akademi Militer.

Setelah menyelesaikan pendidikannya di Akademi Militer tahun 1988 dengan pangkat Letnan Dua, dirinya pun mengawali penugasan di Yon Zipur – 4 Kodam IV/Diponegoro.

Seiring dengan perjalanan kariernya beberapa jabatan telah disandangnya, diantaranya Danyon Zipur 10 – Divif 2/Kostrad, menjadikannya sebagai prajurit Zeni sejati. Dan jabatan terakhir yang disandangnya sebelum menjadi Danrem Tatag adalah sebagai Irdam Iskandar Muda.

Ayah dari A. Adianto Yudha dan A. Adrian Virajati ini juga merupakan seorang akademisi dan meraih gelar kesarjanaannya di salah satu Perguruan Tinggi ternama di Jakarta.

Adapun penugasan ke daerah operasi antara lain Ops Tim – Tim dua kali yakni tahun 1990 dan tahun 1994, serta Ops Aceh tahun 2003 dan tahun 2005. Sementara penugasan luar negeri antara lain ke Selandia Baru, Singapura dan Myanmar.

Dengan berbagai pengalaman tugas dan jabatan-jabatan sebelumnya, Masyarakat Sulawesi Barat percaya dan yakin, sosok Firman Dahlan akan mampu mengawaki Korem Tatag dengan baik sesuai dengan amanah dan kepercayaan yang telah diberikan dipundaknya. (Maliki)