Berikut Penjelasan Menko Luhut Soal Karantina Wilayah

oleh -

JAKARTA – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan keputusan mengenai karantina wilayah akan diputuskan dalam minggu ini.

“Kita akan lihat istilahnya nanti apa, tapi saya kira dalam minggu ini akan ada putus mengenai itu,” kata Luhut Pandjaitan dalam rilis virtual melalui video di Jakarta, Selasa (31/3/2020).

Luhut menuturkan Presiden Jokowi ingin seminimal mungkin agar korban tidak bertambah parah. Menurut dia, Presiden Jokowi begitu memikirkan dampaknya terhadap rakyat kecil, benar-benar mempertingkan perekonomian masyarakat kelas menengah ke bawah sebelum memutuskan karantina wilayah akibat wabah virus corona ( Covid-19).

Menurut Luhut, itulah alasan utama hingga saat ini pemerintah pusat belum memberlakukan karantina wilayah sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan.

“Presiden tuh selalu berpikiran begini, orang susah itu jangan ditambahin susah lagi gitu lho. Karena mungkin beliau pernah ngalamin keadaan susah waktu masa kecil,” kata Luhut dalam siaran video resmi dari Kemenkomarves, Selasa (31/3/2020).

Terkait skema distribusi bahan pangan dan obat-obatan, pemerintah memastikan tidak akan ada masalah. Yang pasti, lanjut Luhut, semua fasilitas untuk pendistribusian bahan pangan tetap harus diawasi.

“Karena ketersediaan 11 bahan pangan itu sekarang semua kami cek masih tersedia hanya penyalurannya ini yang perlu kita waspadai jangan sampai terhambat baik beras, gula, segala macam itu,” ujar Luhut Pandjaitan.

Lebih lanjut, ia menambahkan pemerintah masih menyusun Peraturan Pemerintah untuk mengakomodasi semua, termasuk terkait kebutuhan masyarakat.

Saat ini, pemerintah melalui Menteri Keuangan juga tengah menghitung anggaran yang dibutuhkan untuk memberi insentif masyarakat menengah ke bawah yang terdampak kebijakan karantina wilayah.

Ditambahkan Luhut, apabila nantinya diberlakukan kebijakan karantina wilayah, pemerintah harus bisa menjamin distribusi kebutuhan pokok masyarakat tetap berlangsung. (Luska)