Tingkatkan Keselamatan Pelayaran Selat Malaka dan Singapura, Tiga Negara Pantai akan Survei Hidrografi

oleh -92 views

JAKARTA, Channel-Indonesia – Selat Malaka dan Selat Singapura merupakan salah satu perairan penting dan strategis di dunia. Hampir 40% perdagangan dunia melalui kedua selat tersebut yang merupakan elemen yang sangat penting bagi urat nadi perekonomian banyak negara.

Guna meningkatkan keselamatan pelayaran dan keamanan navigasi di perairan Selat Malaka dan Selat Singapura, tiga negara pantai yaitu, Indonesia, Malaysia dan Singapura didukung oleh Malacca Straits Council (MSC) dari Jepang , pada awal Januari 2019 akan melaksanakan survey hidrografi bersama Fase II untuk mendapatkan data hidrografi dan oseanografi yang akan digunakan memutakhirkan peta Electronic Navigational Chart (ENC) di perairan tersebut

Dalam rangka mempersiapkan Teknis operasional survei dan administrasi yang diperlukan pada kegiatan Survei, maka Delegasi Jepang yang terdiri dari Japan Hydrographic Association (JHA), Malacca Straits Council (MSC), dan Aero Asahi Corporation (AAC) yang dipimpin oleh Mr. Masayoshi Tsuno berkunjung ke Pushidrosal, pada hari Rabu (19/12/2018).

Dalam kunjungannya tersebut delegasi Jepang diterima Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro yang didampingi para pejabat utama Pushidrosal.

Pada kesempatan tersebut Kapushidrosal menyampaikan terima kasih atas kerjasama yang telah terjalin selama ini dalam meningkatkan keselamatan pelayaran dan keamanan navigasi di Selat Malaka dan Selat Singapura melalui survey hidrografi bersama Fase II antara tiga negara pantai dengan dukungan JHA dan MSC dari Jepang.

Berkaitan dengan hal itu, Pushidrosal akan mendukung secara teknis kegiatan survei bersama tersebut dengan mendirikan 3 stasiun pasut di pulau Tolop, Pulau Nipa dan Tanjung Medang, mengirimkan Technical Officer (TO) yang akan memberikan asistensi metode dan teknis survei yang pada Fase II ini sebagian besar dilakukan di perairan Indonesia, kerjasama lain yang diharapkan agar Pushidros dapat membantu proses pengurusan Security Clearence (SC).

Pimpinan Pushidrosal, mengharapkan kerjasama 3 negara pantai dan Jepang yang sudah dilaksanakan 40 tahun ini dapat menjadi barometer bagi organisasi hidrografi regional lainnya, maupun di lingkup internasional.

Survei bersama tiga negara dan Jepang Fase II ini untuk mendapatkan data batimetri dan pengamatan pasang surut di sejumlah area, pengecekan sarana bantu navigasi dan bahaya pelayaran dalam rangka melakukan pemutakhiran terhadap peta laut dan peta elektronik (electronic navigational chart) perairan di sepanjang TSS Selat Malaka dan Selat Singapura.

Kerjasama juga akan memfasilitasi kerja sama yang lebih konkret dan praktis antara negara-negara pantai dengan negara pengguna pelayaran, industri perkapalan, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menjamin keselamatan navigasi dan perlindungan lingkungan di selat yang sangat padat dilewati kapal – kapal.(Maliki)

 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *