Kapendam II/Swj : Prajurit TNI AD Tetap Fokus Bantu Korban Tsunami Selat Sunda

oleh -89 views

JAKARTA,channel-indonesia.com-PascaTsunami Selat Sunda yang terjadi 8 hari lalu (Sabtu,22/12/18), satuan jajaran TNI AD yang digelar di Lampung beserta unsur TNI dan Instansi terkait lainnya, masih tetap fokus melakukan upaya penyelamatan, evakuasi serta berbagai kegiatan penyokong lainnya.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapendam II/Swj Kolonel Inf Djohan Darmawan dalam rilisnya kepada channel-indonesia.com, Palembang, Minggu (30/12/2018).

Dijelaskannya, Satgas yang di Bawah Kendali Operasi (BKO) Danrem 043/Gatam Kolonel Kav Erwin Djatniko masih terus melakukan upaya penyelamatan, evakuasi dan pendataan korban, serta berbagai kegiatan penopang lainnya bagi masyarakat terutama yang berada di pengungsian.

“Sampai hari ini Satgas masih berada di lapangan untuk bantu evakuasi korban yang belum ditemukan, pembersihan sisa puing-puing bangunan yang rusak, pemberian bantuan makanan dan pengobatan kepada masyarakat di pengungsian,”jelasnya.

Juga diterangkannya dampak yang ditimbulkan tsunami Selat Sunda menimbulkan kerusakan yang banyak, diantaranya 1 Puskesmas, 7 Hotel, 7 Masjid, 6 Sekolah, 25 Warung Kuliner dan 190 unit Perahu rusak berat.
“Sementara itu, berdasar data yang ada, kerusakan bangunan rumah yaitu 543 unit rusak berat, 70 rusak sedang dan 97 rusak ringan”, tandas Djohan.

Lulusan Akmil 1996 ini juga menyampaikan data sementara pengungsi di wilayah Lampung hingga hari ke-8 pasca tsunami Selat Sunda, yaitu mencapai 7.492 orang dari 36 tempat pengungsian.

Lebih lanjut Djohan menyampaikan, jika dalam beberapa waktu terakhir ini lebih fokus kepada upaya penyelematan dan evakuasi warga di Pulau Sebesi dan Pulau Sebuku yang beberapa hari sebelumnya terkendala akan transportasi.

“Termasuk mendistribusikan bantuan kemanusiaan dari Kasad, Persit (Persatuan Istri Tentara) dan mitra TNI yang dikirim serentak 3 hari lalu, serta berbagai bantuan pihak lainya,” imbuh Djohan.

Berdasarkan data yang ada, pasukan TNI AD yang tergelar di Banten dan Lampung mencapai 2.923 orang, diantaranya 1.845 orang di BKO kan kepada Korem 064/MY di wilayah Banten dan 1.088 orang di BKO kan kepada Korem 043/Gatam di wilayah Lampung. Tidak hanya perkuatan personel saja melainkan juga sarana transportasi truk, helikopter Penerbad, dapur lapangan, fasilitas Rumah Sakit Lapangan dan lain sebagainya.(Dispenad/Am)

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *