Ikwan Yuwanto Dilantik Sebagai Ketua IARMI Kediri

oleh -19 views

KEDIRI,Channel-Indonesia.com– Pabung Kodim Kediri, Mayor Inf Puguh Jatmiko bersama Danramil Pare, Kapten Arh Ajir dan Kapolsek Pare, AKP Mustakim mengikuti ceremonial pelantikan pengurus baru IARMI (Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia) Kediri di gedung serbaguna Kelurahan Pare, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri,Sabtu (29/07/2017) Hadir Ketua IARMI Jatim ,R.S.Limbung turut menjadi saksi prosesi pelantikan Ketua IARMI Kediri terpilih, Ikwan Yuwanto,

“Pengurus maupun anggota kita, dulunya sebagai mahasiswa, pernah dididik dan dibina oleh militer, dan hingga saat ini, bayangan itu masih ada dalam pikiran saya serta seluruh pengurus maupun anggota IARMI. Masih ada dalam otak kita, masih ada dalam jiwa kita, cinta tanah air dan bangsa, yaitu Indonesia. Indoensia itu satu dan satu itu Indonesia, dan kami bagian dari Indonesia, karena kami juga anak bangsa dari bangsa Indonesia,” tegas Ikwan Yuwanto.

Mayor Inf Puguh Jatmiko dalam sambutannya mengatakan perjalanan waktu terus berjalan, catatan sejarah juga makin banyak. Saya mendengar langsung, IARMI memiliki visi dan misi untuk membina pelajar masa kini untuk mencintai negeri ini lewat wawasan kebangsaan.

Saya yakin, dengan wawasan luas, para generasi kita akan menjaga komitmen persatuan dan kesatuan.Satu hal yang paling penting, 4 pilar kebangsaan kita, yaitu Bhinneka Tunggal Ika, Pancasila, UUD 1945 dan NKRI. Dulu komunisme berupaya keras merubah 4 pilar itu, dan saat ini ada indikasi, radikalisme yang ingin menggeser 4 pilar itu.

Pelantikan yang juga dihadiri organisasi lainnya, seperti FKPPI dan Banser, membawa pesan moral dan pandangan luas seputar tekad, itikad dan niat untuk tetap mempertahankan 4 pilar kebangsaan.

“Organisasi yang berdiri 1982 lalu di Yogyakarta, adalah momentum penting bagi IARMI. Menwa dan IARMI adalah kesatuan yang tidak terpisahkan. IARMI selalu tampil dikondisi apapun, khususnya kondisi saat ini yang rentan dengan segala isu-isu perpecahan, ungkapan kebencian, fitnah dan intoleransi. Kami peduli pada negeri ini, karena kami adalah bagian dari negeri ini. Kami juga sering mengadakan seminar-seminar kebangsaan, supaya masyarakat tahu apa yang semestinya diketahui,” kata R.S.Limbung.(Am)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *