Bebas 24 Januari 2019, Ahok Bakal Masuk PDIP

oleh -73 views
Basuki Tjahjaya Purnama (Ahok).Ist)

JAKARTA, Channel-Indonesia – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sepertinya akan mendapat pendatang baru dalam kadernya menyusul akan masuknya Basuki Tjahaja Purnama atau yang sering disapa Ahok ke partai tersebut sebagai kendaraan politiknya.

Kedatangan Ahok ini tentu saja akan membawa angin segar terhadap partai berlambang banteng ini. Dengan masuknya mantan Gubernur DKI ini, jelas elektabilitas PDIP akan melejit pesat, karena adanya gerudukan dari simpatisan maupun pendukung Ahok.

Kabar akan masuknya Ahok ke tubuh PDIP ini dikatakan oleh Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Djarot Saiful Hidayat. Dikatakan Djarot, Ahok sempat berbicara dengannya tentang pilihan partai politik (parpol), setelah dirinya tuntas menjalani perintah hukum dalam kasus dugaan penistaan agama Islam, Ahok ingin masuk ke PDI Perjuangan.

” Dia (Ahok – red) bilang ke saya, kalau masuk PDIP ya sudah anggota biasa saja, barangkali tenaga dan pikiran saya dibutuhkan di partai. PDIP kan partai terbuka, siapa saja monggo,” kata Djarot menirukan kalimat Ahok di Jakarta, Selasa (11/12/2018).

Kabar bakal masuknya Ahok ke dalam keluarga PDIP ini sebetulnya telah diketahui lama oleh para politikus PDIP, salah satunya adalah Sekertaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto dan Eva Kusuma Sundari.

Hasto mengatakan partainya sangat terbuka bagi siapa saja yang setia pada Pancasila dan NKRI, termasuk, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menjadi terpidana kasus penistaan agama.

Ditegaskan Hasto, partainya tertutup bagi para penghianat dan penculik.

“Kami hanya tertutup pada mereka yang berkhianat, pernah menculik itu tertutup,” kata Hasto di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (29/11/2018).

Ia menegaskan, PDI Perjuangan sangat terbuka bagi seluruh masyarakat termasuk kader partai lain yang sama-sama punya semangat berjuang bersama rakyat.

Sebagai informasi, dalam perayaan Natal 2018 mendatang, Ahok diusulkan mendapatkan remisi selama 1 bulan. Jika remisi itu diterima Ahok, maka total remisi selama dia menjalani hukuman pidana menjadi 3 bulan 15 hari.

Jadi mantan Gubernur DKI Jakarta ini diperkirakan akan bebas pada 24 Januari 2019.

Sekedar mengulas awal masuknya Ahok ke Rutan, sesuai putusan vonis hukuman Ahok adalah 2 tahun penjara karena terbukti bersalah melakukan penodaan agama atas pernyataan soal Surat Al-Maidah 51 ketika ucapannya 27 September 2016 , saat berkunjung ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.

Hukuman itu dibacakan pada 9 Mei 2017 yang hari itu juga PN Jakarta Utara memerintahkan agar Ahok ditahan sebagaimana terdakwa lain setelah putusan inkrah. (Maliki)

Comments