Bangun Jalan Trans Papua, TNI Berangkatkan 600 Prajurit ke Nduga

oleh -976 views
JAKARTA, Channel-Indonesia –  Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, pemerintah tidak takut dengan aksi pembunuhan yang  dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga, Presiden juga memerintah pembangunan infrastruktur di Nduga Papua terus dilanjutkan.
Untuk itu, Presiden telah memerintahkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar pembangunan jalan Wamena-Kenyam-Mamugu tetap diteruskan. Jalan Trans Papua sepanjang 4.600 kilometer harus segera diselesaikan. Bahkan Jokowi juga telah memerintahkan Panglima TNI dan Kapolri untuk mengecek keadaan Nduga.
Pembangunan di Papua memang sangat sulit, baik dari segi medan, letak geografis maupun cuaca. Ketinggian wilayah Papua mencapai 3.000-4.000 meter di atas permukaan laut.
Dari Wamena ke Mamugu sepanjang 278 kilometer memiliki ketinggian di atas 3.000 meter sehingga diperlukan helikopter untuk dapat membawa alat berat dan aspal ke lokasi pembangunan.
Dalam kurun waktu 2016 hingga 2019, Kementerian PUPR telah memprogramkan pembangunan 35 jembatan pada ruas Wamena – Habema – Mugi – Kenyam – Batas Batu – Mumugu untuk melengkapi prasarana jalan yang telah tersambung seluruhnya.

Melanjuti hal tersebut, TNI mengirimkan ratusan prajuritnya ke Nduga, Papua untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur yang sempat terganggu karena ulah OPM.
Pangdam XIV/Hsn, Mayjen TNI Surawahadi memimpin pemberangkatkan 600 prajurit Yonif Pararaider 431/SSP dan Yon Zipur 8/SMG yang tergabung dalam Satuan Tugas Pembangunan Infrastruktur jembatan di jalan Trans Wamena Kab Nduga, batas batu dan Mamugu Papua dengan menggunakan KRI dr.Soeharso 990. Minggu (03/03/2019) bertempat di Dermaga Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makasar Sulsel.
Satuan tugas Pembangunan Infrastruktur Jembatan ini terdiri dari 450 (5 SSK) Yonif Pararaider 431/SSP sebagai Pasukan Pengamanan dibawah Pimpinan Mayor Inf A.A. Gede Rama C.P. dan 150 Yon Zipur 8/SMG sebagai Pasukan Zeni Pembangunan Jembatan yang dibawah Pimpinan Mayor Czi Catur Witanto.
Pangdam XIV/Hsn menerangkan bahwa beberapa waktu yang lalu telah dilaksanakan pembangunan jembatan di Jalan Trans Papua yang dikerjakan oleh dua BUMN yaitu PT. Istaka Karya dan PT. Brantas Adibraya, namun proyek tersebut terhambat dan terhenti pengerjaannya karena adanya insiden penembakan oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) yang mengakibatkan jatuhnya puluhan korban jiwa dari pekerja.
Atas kejadian tersebut, lanjut Pangdam, pemerintah telah memberikan kepercayaan kepada TNI untuk melanjutkan pembangunan jembatan Trans Papua dengan alasan faktor keamanan. Dengan demikian, keberangkatan Satgas 431/Satria Setia Perkasa dan Satgas Yonzipur 8/Sakti Mandra Guna ke daerah tersebut, untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur jembatan di Jalan Trans Papua, tepatnya diantara ruas Wamena, Nduga, Batas Batu dan Mamugu Provinsi Papua.
” Tugas yang diamanahkan kepada saudara merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi seorang prajurit TNI. Untuk itu, jalankan tugas ini dengan sepenuh jiwa raga demi keluhuran dan kejayaan bangsa. Manfaatkan keahlian maupun keterampilan sebagai seorang prajurit Kostrad atau Zeni, termasuk pengalaman yang saudara dapatkan pada penugasan-penugasan sebelumnya guna mendukung keberhasilan tugas.” Terang Mayjen TNI Surawahadi.
Diakhir amanatnya Pangdam XIV/Hsn berpesan Pelihara soliditas dan junjung tinggi kebersamaan diantara para prajurit sekalian guna menangkal terjadinya perselisihan dan permasalahan serta jaga kedisiplinan dalam pelaksanaan tugas dan laksanakan tindakan pengamanan dimanapun berada untuk menjamin keamanan baik personel maupun materiil yang dimiliki selanjutnya tunjukkan jati diri saudara sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional maupun tentara profesional yang mencintai dan dicintai rakyat. (Maliki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *