Bangku Kosong Warnai Rapat Paripurna DPR RI ke 10 Masa Persidangan II tahun 2018/2019

oleh -209 views
Ruang rapat paripurna diwanai dengan bangku kosong.(channel/Indonesia/maliki)

JAKARTA, Channel-Indonesia – DPR RI menggelar Rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI ke-10 untuk masa persidangan II tahun 2018/2019 pada Kamis 13 Desember 2018. Seperti pada sidang yang sudah sudah, penutupan masa persidangan ke II ini dihiasi oleh bangku-bangku kosong tanpa si empunya di ruang sidang paripurna Nusantara II.

di Ruang Rapat Paripurna, sebelum pukul 11.00 WIB Kamis pagi, tampak jumlah anggota DPR yang hadir dalam persidangan tidak sampai 100 orang, tepatnya yang hadir hanya 87 orang saja. Padahal, rapat paripurna DPR dapat digelar itu kalau yang hadir berjumlah 281 orang. Untuk diketahui total Anggota DPR periode tahun 2014-2019 adalah 560 orang.

Sementara lembaran absensi lengkap yang biasanya dapat dilihat dan minta oleh awak media di meja depan ruang sidang paripurna kini tak dapat diperoleh.

“Saya enggak megang absen,” dalih seorang petugas administrasi depan ruang paripurna DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/12/2018).

Wakil Ketua DPR Utut Adianto sebagai pemimpin sidang kali ini, dan ditemani Ketua DPR Bambang Soesatyo juga tidak membacakan absensi ketika membuka rapat paripurna penutupan masa sidang akhir tahun ini.

Setelah membuka rapat, Utut langsung memimpin rapat, memasuki agenda pertama yaitu pembacaan laporan Badan Akuntabilitas dan Keuangan Negara (BAKN) DPR yang diawali dengan pergantian antar waktu (PAW) dua anggota Fraksi Hanura yaitu Sarifuddin Sudding yang diganti Tety Pinangkaan dan Muchtar Tompo digantikan Jalaluddin Akbar.

Kemudian, pada saat memasuki agenda kedua yakni laporan Komisi I DPR dan pengambilan keputusan tingkat dua sejumlah rancangan undang-undang (RUU) kerja sama di bidang kerja sama pertahanan, Utut membacakan absensi persidangan.

“Perlu kami sampaikan bahwa kita sudah dapat mengambil keputusan karena rapat sudah kuorum. Berdasarkan catatan sudah 295 anggota yang hadir,” kata Utut di ruang rapat paripurna, Jakarta, Kamis (13/12/2018).

Dari pantauan Channel-Indonesia.com, sejak rapat paripurna dimulai, para anggota terpantau keluar masuk ke dalam ruang rapat. Selain itu, ada pula agenda Komisi II DPR dengan KPU dan Bawaslu yang digelar bersamaan dengan rapat paripurna.

Setelah rapat berjalan dan pimpinan sidang membacakan absensi, jumlah anggota yang hadir ke rapat paripurna kembali bertambah. Berdasarkan headcount, hingga pukul 11.30 WIB, jumlah yang hadir menjadi 125 orang.

Sampai berita ini ditulis, rapat paripurna masih berlangsung terkait agenda pengambilan keputusan terhadap RUU di bidang kerja sama pertahanan.

Selanjutnya, rapat paripurna ini akan mengambil keputusan terkait hasil uji kelayakan dan kepatutan komisioner Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) periode 2018-2023, dan ditutup dengan pidato penutupan dari Ketua DPR Bambang Soesatyo.

Rapat paripurna DPR kali ini memiliki beberapa agenda. Diantaranya laporan BKD terhadap temuan dan permasalahan di seluruh Kementerian atau Lembaga Mitra Kerja Komisi I sampai dengan Komisi XI DPR RI Tahun Anggaran 2015-2017.

Selain itu, laporan Komisi III DPR RI terhadap Calon Anggota Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban LPSK Periode 2018 2013, dilanjutkan dengan pengambilan keputusan.

Kemudian, laporan Komisi I DPR RI terhadap pembicaraan Tingkat II atau Pengambilan Keputusan Terhadap RUU Tentang Pengesahan Perjanjian Antara Republik Indonesia dan Persatuan Emirat Arab Mengenai Ekstradisi (Treaty Between the Republik of Indonesia and The United Arab Emirates On Extradition).

Laporan Komisi I DPR RI terhadap pembicaraan Tingkat II atau Pengambilan Keputusan Terhadap RUU Tentang Pengesahan Nota Kesepahaman Antara Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan Kementerian Pertahanan Kerajaan Spanyol Tentang Kegiatan Kerjasama di Bidang Pertahanan (Memorandum of Understanding Between The Mystery of The Republic of Indonesia and The Mystery Of Defence Of The Kingdom Of Shine On Coomperative Activities In The Field Of Defense).

Serta Komisi I DPR RI terhadap pembicaraan Tingkat II atau Pengambilan Keputusan Terhadap RUU Tentang Pengesahan Nota Kesepahaman Antara Pemerintah Republik Indonesia Pemerintah Republik Serbia Tentang Kerjasama di Bidang Pertahanan (Memorandum of Understanding Between The Government of The Republic of Indonesia dan The Government of The Republic of Serbia), dilanjutkan dengan pengambilan keputusan.

Sekadar informasi tambahan, pada sidang paripurna sebelumnya juga yakni rapat paripurna ke-9 masa persidangan ke II pada 3 Desember 2018 tercatat Anggota DPR yang hadir hanya berjumlah 151 orang sedangkan 409 anggota DPR lainnya tak hadir dalam rapat tersebut. (Maliki)

Comments