Ketika “Dewi Sri” Tiba di Tanah Towe Hitam

oleh -145 views

PAPUA – Bidikan Satgas Pamtas RI – PNG Yonif 725/Woroagi tepatnya di Pos Towe Hitam pimpinan Letnan Dua Inf Abas dalam melihat kehidupan roda perekonomian masyarakat Kampung Towe Hitam, Distrik Towe Hitam, Kab. Keerom sangatlah jeli.

Wilayah perbatasan Papua Sektor Utara ini, yang awalnya belum mengenal dunia persawahan, langsung digebrak oleh Satgas Pamtas RI – PNG Yonif 725/Woroagi dengan mencetak sawah serta mengajarkan masyarakat untuk menanam padi di Kampung Towe Hitam. Walaupun masyarakat Towe Hitam telah bercocok tanam dengan berkebun umbi umbian.

Pada umumnya masyarakat Towe Hitam sendiri mengaku tidak pernah membudidayakan tanaman padi dan hanya berkebun seperti menanam singkong, ubi dan lain sebagainya.

“Selama ini kami tidak pernah menanam padi seperti yang dilakukan Bapak-bapak TNI di Pos, selain itu juga kami tidak tahu caranya bagaimana”, ungkap Kepala Kampung Martinus Kitani.

Nanti masyarakat juga akan diajarkan bagaimana cara mengolah lahan persawahan secara tradisional, karena tidak adanya alat modern seperti mesin penggiling padi pemisah padi dengan batangnya itu, jadi hanya dipukul2 saja nantinya.

Dengan bermodalkan alat tradisional dan bibit padi yang dibeli dari Wilayah Koya dan dibawa langsung oleh Dansatgas (Danyon) saat pengiriman dorlog bulan lalu pake hellikopter, lahan persawahan seluas 30X 50 M tersebut siap digarap dan diperkirakan panen pertengahan bulan Agustus 2019.

Selain itu lokasi persawahan di Towe Hitam sangatlah ditunjang dengan letak tanahyang dikelilingi oleh sungai, sehingga sumber airpun tidak menjadi masalah yang berarti untuk membudidayakan tanaman padi.

Selain memberikan bibit padi serta pelatihan pengolahan sawah, Satgas Pamtas RI – PNG Yonif 725/Woroagi tepatnya di Pos Towe Hitam juga memberikan pupuk dan racun pembasmi hama padi.

Danpos Towe Hitam Letnan Dua Inf Abas juga mengaku bahwa pihaknya juga memanfaatkan lahan kosong tersebut untuk membuat empang sebagai budidaya peternakan ikan yang juga dibeli dari Wilayah Koya.

“Pada kesempatan ini kami memberikan contoh kepada masyarakat dengan harapan mereka juga bisa melakukannya, seperti pembuatan empang atau kolam ikan juga masyarakat sudah mulai ada yang membuat kolam ikan sendiri dan meminta bantuan kami untuk mengarahkan mereka”, jelasnya.

Lebih lanjut Abas juga mengungkapkan bahwa masyarakat mempunyai keinginan untuk menanam padi namun belum mengetahui caranya, sehingga pada kesempatan inipun bibit yang telah melewati proses persemaian, kami ajak masyarakat dan anak-anak kecil juga untuk belajar menanam padi. Abbas juga berharap dengan adanya kemauan mereka bisa mendapatkan bantuan dan perhatian dari pemerintah untuk membudidayakan padi, sehingga mereka juga bisa merasakan seperti masyarakat lain pada umumnya yang menjadi petani padi.

Dengan adanya kegiatan tersebut, Satgas Yonif 725/Woroagi khususnya yang berada di Pos Towe Hitam menuai respon positve dan apresiasi baik dari masyarakat, merekapun juga berharap bisa mengikuti penanaman padi ini sampai dengan perawatan lahan hingga memanen padi bersama dengan anggota Pos Towe Hitam yang berjumlah 20 personil.

Pada kesempatan yang sama juga Dansatgas Yonif 725/Woroagi Letkol Inf Hendry Ginting S., S.I.P. sangat mengapresiasi yang dilakukan oleh anggota Pos Towe Hitam. “Dimanapun anggota TNI berada hendaknya melakukan sesuatu yang memberikan dampak postive dan berguna bagi masyarakat, agar makin dicintai oleh rakyat dan terciptanya ruang dan alat kondisi juang yang kuat serta Kemanunggalan TNI dan Rakyat, seperti halnya yang dilakukan Anggota Pos Towe Hitam yang berhasil membudidayakan padi yang dapat membantu perekonomian masyarakat di wilayah terpencil seperti Distrik Towe Hitam yang selama ini tidak pernah menanam padi”, ujarnya.

Sebagai informasi, Pos Towe Hitam merupakan salah satu Pos Jajaran Udara Satgas Yonif 725/Woroagi yang terletak di Wilayah terpencil Distrik Towe Hitam yang dikelilingi oleh pengunungan dan jauh dari keramaian.

Untuk mencapai wilayah Towe Hitam harus menggunakan Hellikopter ataupun berjalan kaki sampai berminggu-minggu jika lewat darat dikaitkan dengan medan dan cuaca serta minimnya akses transportasi ke wilayah tersebut.

Kampung Towe Hitam didiami oleh 62 kepala keluarga, dan mata pencaharian para penduduk adalah berkebun umbi umbian seperti singkong,ubi,palawija, selain itu para penduduk juga ada yang memanfaatkan hasil sungai dengan memancing dan mengolah ikannya. (Maliki)