oleh

KPK Bahas Lapas Mewah dalam Raker Komisi III DPR RI

JAKARTA, Channel-Indonesia – Ketua KPK Agus Rahardjo menerangkan rapat antara KPK dengan Komisi III DPR RI ini membahas program prioritas dan anggaran KPK 2019 selain itu juga membahas soal sel mewah di Lapas Sukamiskin.

“Ya biasanya itu berkembang, rapat anggaran KPK, dan apa yang sedang ditangani KPK ke depan, KPK melakukan apa, itu akan didiskusikan. Kejadian (Lapas Sukamiskin) itu penting, karena itu kita menganggapnya bukan oknum lagi, itu sudah sistematik gitu ya,” kata Agus saat ditemui di Gedung DPR RI.

Tujuan kita, lanjutnya, memasukan ke lapas itu kan nanti supaya saat kembali ke masyarakat menjadi sadar, menjadi baik lagi. Tapi kalau pengelolaannya banyak korupsi itu kan sangat memprihatinkan.

Agus menambahkan sesungguhnya, lapas mewah itu tidak hanya ada di Sukamiskin.

“Kalau kita lihat kan di banyak tempat suara (laporan lapas mewah) itu sering muncul, dan suara itu muncul dan terbukti dengan OTT KPK. Bukan hanya di Sukamiskin tapi di banyak tempat. Kita harap ada reformasi mendasar,” imbuhnya.

Tidak hanya sel lapas mewah, Agus menceritakan tentang bobroknya sistem pengawasan di lapas. Informasi yang dia punya, banyak narapidana korupsi di Sukamiskin yang bebas melakukan plesiran.

Beberapa hari lalu, KPK menetapkan Kepala Lembaga Permasyarakatan (Kalapas) Sukamiskin Wahid Husein sebagai tersangka dalam kasus suap terkait pemberian fasilitas, pemberian perizinan, maupun pemberian lainnya di Lapas Sukamiskin.

Sebelum melaksanakan operasi tangkap tangan (OTT) KPK telah melakukan serangkaian penyelidikan terkait kasus suap ini sejak April 2018

Tim penyidik KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Lapas Sukamiskin, Bandung. Dalam OTT tersebut KPK mendapati Kalapas Sukamiskin Wahid Husen sedang menerima suap dari Fahmi Darmawansyah suami Inneke koesherawati untuk mendapatkan fasilitas sel tahanan yang mewah termasuk fasilitas kemudahan keluar masuk lapas.

Saat memberikan suap tersebut Fahmi yang merupakan napi korupsi dan suap ini, didampingi oleh Andi Rahmat, narapidana kasus pidana umum/tahanan. Sedanglan Kalapas Wahid Hasyim saat itu didampingi oleh stafnya yaitu Hendry Saputra.

Dari OTT tersebut, KPK berhasil mendapatkan barang bukti berupa uang total Rp 279.920.000 dan USD 1.410, dua mobil yaitu Mistubishi Triton Exceed berwarna hitam dan Mitsubishi Pajero Sport Dakkar berwarna hitam yang diduga mobil hasil suap saat itu,dokumen terkait pembelian dan pengiriman mobil.(Maliki)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait