oleh

Kenang Prabowo Dibawah Komandan Yunus Yosfiah

JAKARTA, channel-indonesia.com – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengakui kegigihannya selama ini dalam bergelut di dunia politik karena tempaan dari komandannya (Letjen (Purn) Yunus Yosfiah).

Hal tersebut dikatakan Prabowo saat menghadiri Halal bihallal dengan ribuan purnawirawan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (7/7/2018).

Prabowo sedikit mengenang teladan yang diberikan oleh komandannya saat dirinya masih berpangkat Mayor.

Waktu itu, kenang Prabowo, pak Yunus ngajak saya lari marathon, dalam hati saya wah, berarti saya harus lari sampai finish. karena, tambah Prabowo, lari paling tidak enak apabila lari marathon bersama Pak Yunus.

Namun demikian, Yunus dimata Prabowo adalah komandan yang cara kepemimpinannya harus dicontoh, walaupun Yunus komandan tetapi setiap operasi pertempuran, Pak Yunus selalu berada di depan dan membaur dengan prajuritnya, bahkan terkadang saat di medan, Yunus tidak segan segan membawa tas ransel anak buahnya, bahkan membawakan sendiri kebutuhan makan yang lebih untuk prajuritnya.

Prabowo juga teringat pesan dari Danjen Kopassus saat dirinya baru bergabung dengan Kopassus.

“Danjennya Pak Yogi Memet. Saya masih letnan dua. Beliau katakan, komandan kamu di lapangan yang pertama itulah komandan yang akan memengaruhi kamu seumur hidup,” tutur Prabowo.

Kepadanya, Yogi mengatakan, apabila komandan pertamanya adalah komandan yang lemah dan tidak berani, maka ia akan ikut lemah.

Namun, apabila komandannya adalah orang yang kuat dan berani, maka akan terbentuk perwira dan komandan yang baik pula.

“Mungkin yang dimaksud Pak Yogi itu Pak Yunus. Saya dengan teman-teman saya waktu itu dikasih ke Pak  Yunus, kita berangkat operasi dan di situ saya melihat seorang komandan yang ikut di tengah-tengah anak buah, bukan komandan pakai radio nyuruh-nyuruh,” sebut Prabowo.

Prabowopun berkelakar, Komandan itu ada dua, pertama komandan yang langsung memerintahkan dan turut dilapangan bersama anak buah, dan yang kedua komandan yang memerintahkan dengan memakai radio tetapi saat operasi hanya jaga gawang.

Hingga kini, lanjut Prabowo, keakraban dan rasa kekeluargaan terus terjalin antara dirinya dengan komandannya, begitu juga dengan prajurit prajurit yang dibawah komandonya saat (Prabowo) menjabat Danjen Kopassus. (Maliki)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait