oleh

Berikut 3 Kebijakan BPTJ dan Dishub DKI Dukung Asian Games

JAKARTA, Channel-Indonesia – Gelaran Asian Games kian dekat. Pesta olahraga empat tahunan itu akan dibuka pada 18 Agustus nanti. Dalam rangka antisipasi timbulnya kemacetan dan kenyamanan saat pesta olahraga Asian ini BPTJ dan Dishub DKI mengeluarkan 3 kebijakan yaitu Manajemen Rekayasa Lalu-lintas (MRLL), Penyediaan Angkutan Umum dan Pembatasan Lalu Lintas Angkutan Barang (gol II, IV dan V) dalam menyambut Asian Games.

Pelaksanaan uji coba untuk kebijakan Manajemen Rekayasa Lalu Lintas dan Penyediaan Angkutan Umum rencananya akan dilakukan pada 2 Juli 2018, sementara uji coba kebijakan Pembatasan Lalu-Lintas Angkutan Barang masih menunggu koordinasi lebih lanjut.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan Bambang Prihartono mengatakan, proses perumusan kebijakan tersebut telah dilakukan intensif dalam dua bulan terakhir yang melibatkan para stakeholder terkait. Di antaranya Pemerintah Propinsi DKI Jakarta, Korlantas Polri, Ditlantas Polda Metro Jaya, INASGOC, Kementerian PU, serta Penyelenggara Jalan Tol.

“Bukan hanya bicara soal ganjil genap tapi tadi tentang bagaimana point to point enggak boleh lebih dari 30 menit dan juga supaya CO2 di sekitar venue dan wisma turun,” kata Bambang dalam acara diskusi jelang uji coba paket kebijakan penanganan kemacetan saat Asian Games, di Hotel Haris, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (26/6/2018).

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Andri Yansah menambahkan nantinya akan ada perluasan kebijakan ganjil genap di jalan arteri DKI Jakarta dari semula hanya di jalan Thamrin, jalan Jenderal Sudirman, jalan Gatot Subroto, diperluas hingga jalan Benyamin Sueb, jalan Ahmad Yani, jalan D.l. Panjaitan, jalan J. S. Parman, jalan Rasuna Said, dan jalan Metro Pondok indah.

“Kebijakan ini diberlakukan bagi mobil pribadi dan berlaku setiap hari Senin-Minggu pukul 06.00-21.00 WIB. Adapun untuk kendaraan roda dua dibebaskan selama masa uji coba,” ujar Andri.

Selain kebijakan ganjil genap, juga dilakukan penambahan di Pintu Tol Tambun dari semula hanya Bekasi Barat dan Bekasi Timur (jalan Tol Jakarta – Cikampek), serta penambahan di Pintu Tol Dawuan dari semula hanya Pintu Tol Cibubur (jalan Tol Jagorawi).(Maliki)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait