JAKARTA, Channel-Indonesia.com
Lintas agama yang terdiri dari KWI – KAJ, GKI, NU, Matakin, PHDI dan Vox Point Indonesia bergabung dalam kepanitiaan gerakan merajut kebangsaan ini menggelar pentas seni budaya lintas agama, bertempat di Sanggar Prathivi Building, Jl. Pasar Baru Selatan No.23, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, Senin (07/05/18).

Seni dan Budaya dengan bahasa universalnya bisa menjadi perajut kebangsaan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Hal itulah yang terus digaungkan Nahdlatul Ulama (NU). Ketum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Said Aqil Siroj yang diwakili KH. Mustholihi Majid mengatakan, penguatan seni serta budaya dalam konteks penguatan NKRI harus terus dirawat.

“Salah satunya lewat acara pentas seni budaya lintas agama sekarang ini. Kami sangat mengapresiasi. NU menjadi garda terdepan dalam mengawal perbedaan, karena itu adalah rahmat,” ujarnya.

Majid berpesan, agar jangan mau dipecah belah oleh siapapun. Masyarakat harus berani melawannya. Pasalnya, dengan menghargai budaya maka kebersamaan dan kesatuan, bangsa Indonesia menjadi bangsa yang kuat.

“Dengan menghargai budaya dan bangsa, keutuhan NKRI tetap terjaga,” jelas Majid.

Hal serupa, Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) Mgr Ignatius Suharyo juga mengungkapkan, bahwa seni budaya memiliki pesan universal yang bernilai kemanusiaan.

Menurutnya, bangsa Indonesia memiliki Bhinneka Tunggal Ika, Pancasila dan UUD 1945. “Kita menghargai kebudayaan, karena mengandung nilai sisi kemanusiaan. Sehingga, kehidupan berbangsa dan bermasyarakat bisa berjalan dengan baik,” jelas Uskup.

Sementara itu, Ketua Umum Vox Point Indonesia Handoyo Budhisedjati sangat mengapresiasi kegiatan pentas seni budaya ini yang bertema ‘Dengan Seni Budaya Kita Merajut Persaudaraan dan Tali Persahabatan Anak Bangsa’. Handoyo menambahkan, pelaksanaan giat ini sudah ketiga kalinya berjalan antar lintas agama.

Pentas seni budaya lintas agama yang ditampilkan, antara lain Tari Bali ‘Legong Lasem’ yang dibawakan oleh kelompok PHDI, Tari Betawi ‘Topeng Gong’ dipersembahkan kelompok Katolik. Kemudian Pencak Silat Pagar Nusa dari NU, Tari Keroncong dari GKI, Wu Shu dari Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) dan Marawis dari kelompok MAKTAH Depok. (AS)

LEAVE A REPLY