JAKARTA, Channel-Indonesia.com – Rapat koordinasi Nasional (Rakornas) I Vox Point Indonesia yang bertema “Membumikan Pancasila menjaga Kebhinnekaan” berakhir dengan digelar konferensi pers bersama Ketua Umum Yohanes Handoyo Budhisedjati, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Lidya Natalia Sartono, Ketua Pelaksana Susana Binsasi Sarumaha dan Steering Comitte Anselmus Alaman, bertempat di Pusat Pastoral KAJ Wisma Samadi, Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (01/05/18).

Penutupan Rakornas ini menghasilkan 8 poin pernyataan sikap dan rekomendasi Vox Point Indonesia yang dibacakan oleh Sekjen Lidya Natalia Sartono. yakni:

1. Mendedikasikan hidup dan perjuangan demi mewujudkan politik nasional bermartabat berdasarkan Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika

2. Menjalin kerjasama sinergis dengan organisasi Katolik lain seperti Wali Gereja, Keuskupan, Kerasulan, serta lembaga lintas agama dan kepercayaan lainnya

3. Dengan tegas menolak kampanye hitam yang salah satunya menggunakan isu SARA, hoax, persekusi.

4. Melakukan komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat melawan upaya memecah belah NKRI menggunakan politik berbasis identitas (SARA)

5. Menyerukan masyarakat secara umum maupun khususnya pemuda Katolik untuk menggunakan hak pilih dan tidak golput dalam perhelatan Pilkada Serentak maupun Pemilu 2019

6. Mendukung berbagai institusi negara seperti Polri, TNI, Pemda, BIN dan stakeholder terkait untuk melakukan penegakan hukum dengan tegas terhadap pihak-pihak yang ingin mengaburkan ideologi Pancasila, kasus korupsi, dan narkoba

7. Mengedepankan rekrutmen politik dan politisi pemuda Katolik untuk menjadi negarawan yang memiliki integritas, kompetensi, dan berpegang teguh pada Pancasila untuk memimpin dalam keberagaman dan melawan kejahatan korupsi

8. Merealisasikan 6 landasan kepribadian umat Katolik yakni: siap memanggul salib, hidup asketik (sederhana, jujur, rela berkorban), menjadi garam dan terang dunia, pemberani dalam kebenaran, mengenal potensi diri, serta berkarakter.

Vox Point Indonesia adalah perkumpulan aktivis politik Katolik yang memiliki tujuan untuk ikut berpartisipasi dalam meneguhkan etika politik demi sehatnya demokrasi dan memberikan pendidikan politik kepada kaum muda, khususnya bagi umat Katolik.

Ketua Umum (Ketum) Vox Point Indonesia Yohanes Handoyo Budhisedjati mengatakan, bahwa pernyataan sikap Vox Point Indonesia tidak ada kaitannya dengan dukungan kepada salah satu calon presiden atau pimpinan daerah yang ikut dalam kontestasi Pilkada Serentak 2018 ataupun Pilpres 2019.

“Kami (Vox Point Indonesia) tidak ada kapasitas dukung mendukung (Pilkada 2018 dan Pilpres 2019). Kami Vox Point dengan tegas menolak kampanye yang menggunakan isu–isu SARA, kampanye hitam (Black Campaign). Kami fokus membangun cara pandang dan memberikan pembelajaran kepada umat untuk bisa melihat secara jernih terhadap pandangan politik dan demokrasi di Indonesia,” tegas Handoyo.

Ketua Umum Vox Point Indonesia menjelaskan, Vox Point Indonesia ingin mengajak seluruh umat beragama di Indonesia untuk bersama-sama mewujudkan demokrasi dan cara berpolitik yang bermartabat sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Terkait hal tersebut, Ketua Umum Vox Point Indonesia Yohanes Handoyo Budhisedjati menuturkan, akan berupaya untuk mencegah sikap atau tindakan radikalisme yang muncul dan marak di tengah-tengah masyarakat.

“Kalau itu berbau SARA, berbau kebencian, kita punya jalur-jalur (menyikapi) dan berupaya memberikan pandangan-pandangan kepada masyarakat, dan itu sebagai suara dari Vox Point Indonesia,” tutur Ketua Umum Vox Point Indonesia.

Ketua Umum menambahkan, Vox Point Indonesia bertekad untuk aktif melakukan komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat Indonesia. “Untuk membangun persaudaraan kebangsaan, melawan segala macam bentuk politisasi SARA dan berbagai upaya yang memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa,” tandas Handoyo.

Sedangkan Ketua Panitia Rakornas I Vox Point Indonesia Susan Binsasi Sarumaha menyebutkan, agar seluruh anggota Vox Point Indonesia di 13 DPD dan 49 DPW memegang teguh hasil sikap dan rekomendasi Rakornas secara konsisten. (AS)

LEAVE A REPLY