Rektor Universitas Airlangga Prof Moh Nasih dalam konferensi pers dihadapan puluhan wartawan

Surabaya, Channel-indonesia.com – Akan ada kemungkinan tes masuk perguruan tinggi menggunakan ujian berbasis android. Kemungkinan ini adalah untuk tes masuk perguruan tinggi melalui jalur SBMPTN. Pernyataan ini disampaikan Rektor Universitas Airlangga Prof Moh Nasih dalam konferensi pers dihadapan puluhan wartawan, Senin (5/3), di ruang rektor.

Tahun 2017 lalu, ujian SBMPTN dilakukan melalui dua cara. Yakni berbasis komputer (Computer Based Test) dan berbasis kertas (Paper Based Test ). Tahun 2018 ini, apa perubahan istilah untuk ujian keduanya. Yakni, ujian tulis berbasis komputer (UTBK) dan ujian tulis berbasis cetak (UTBC).

Rektor mengatakan, rencana ujian berbasis android ini masih digodog oleh panitia pusat. Ada banyak aspek yang harus diperhatikan, termasuk, kemungkinan adanya hacker. Sebab, aspek inilah yangh patut diwaspadai mengingat ada banyak hal yang bisa terjadi ketika ujian menggunakan internet sebagai media.

“Panitia pusat sedang melakukan penyiapaan terkait mekanismenya, sehingga semuanya akan berjalan dengan kancar. Khawatirnya, ada hacker yang bisa menjebol sistem. Kalau nggak ada kendala kita akan menggunakan komputer. Bahkan kita sedang menelaah tes berbasis andoid,” ujar rektor.

Tahun 2017 lalu, ada 23 ribu mahasiswa di Indonesia yang mengikuti tes berbasis komputer. Tahun ini jumlah itu ditargetkan 10 kali lipat mencapai 200 ribu. Untuk wilayah Surabaya, jumlah yang ditetapkan tahun 2017 lalu yakni sekitar 1000 peserta yang dapat mengikuti tes berbasis komputer.

Seleksi jalur SNMPTN akan dilakukan tanggal 17 April nanti. Biasanya, 1-2 minggu setelahnya jalur SBMPTN akan dibuka. Dalam kesempatan ini, Prof Nasih mengimbau kepada seluruh calon peserta SBMPTN untuk cermat dalam mengerjakan soal. Terlebih, cermat dalam mengisi kolom biodata.

Sebab, kesalahan sedikit saja, maka nilai tidak akan keluar. Apalagi, nilai SBMPTN nantinya akan digunakan untuk mendaftar perguruan tinggi melalui jalur Mandiri, jika jalur SBMPTN tidak diterima.

“Kalau masuk UNAIR mohon dengan hormat untuk ikut SBMPTN. Tolong di SBMPTN hati-hati, jangan sampai ada salah kode soal, tanggal lahir, maupun identitas lain yang berakibat nilai tidak keluar,” tegas rektor. “Begitu SBMPTN ada nilai yang tidak valid, maka yang bersangkutan kehilangan kesempatan untuk bisa daftar di jalur mandiri,” tambahnya.(Ad)

LEAVE A REPLY