LOMBOK, Channel-Indonesia.com – Adalah Pringgasela desa yang memperoleh bantuan sepeda motor roda 3 (R-3) pengangkut sampah. Program hasil kerjasama Anggota DPR RI Komisi VII dengan Kementerian Lingkungan Hidup itu diserahkan dalam acara reses hari Kamis (26/02/18), di Desa Pringgasela, Kec. Pringgasela – Lombok Timur. Hadir dalam acara tersebut Kepala Desa Mul’an beserta jajaran perangkat desa, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lombok Timur, Mulki didampingi Kabid Kebersihan, Jayadi, para tokoh masyarakat setempat, para Tuan Guru dan tokoh dari pemuda.

Dalam sambutannya, Kepala Desa berterima kasih dan mengapresiasi Anggota DPR RI yang memberikan perhatian kepada desanya. Sementara itu Kepala DLH berpesan dengan adanya motor sampah roda 3 tersebut diharapkan Pringgasela lebih bisa menjaga lingkungannya agar tetap bersih dan indah. Menurutnya sampah ini harus dikelola dengan baik dan tuntas, karena sampah yang menumpuk berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan baik tanah maupun udara juga berpotensi menimbulkan penyakit bagi masyarakat, karenanya melalui program motor sampah ini diharapkan masyarakat bisa lebih peduli terhadap lingkungannya.

Di sisi lain sebagai Anggota DPR RI di Komisi VII yang bermitra dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kurtubi merasa berkewajiban untukumemperjuangkan masyarakat NTB termasuk Desa Pringgasela ini. Politisi NasDem ini menyoroti pentingnya masyarakat menjaga kebersihan lingkungan terlebih Desa Pringgasela ini berada di jalur wisata akses menuju Gunung Rinjani. Lebih jauh Wakil Rakyat asli Sasak ini menyatakan bahwa kondisi geografis Pringgasela sangat menguntungkan potensi wisata yang ada di desa ini tidak boleh disia-siakan harus dikembangkan menjadi desa wisata sehingga bisa meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan warganya.

Bahkan dalam skala yang lebih besar untuk menunjang industri pariwisata di Pulau Lombok ini harus ditunjang dengan keberadaan pembangkit listrik dalam kapasitas besar dan stabil maka dirinya sangat mendukung pembangunan PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir) di NTB ini. Menurutnya PLTN sangat ramah lingkungan dan tidak mencemari udara sebagaimana PLTU (batubara) yang menimbulkan polutan CO2, NOx, dsb.

Dalam sesi tanya jawab diperoleh aspirasi masyarakat yang mengeluhkan tentang belum adanya sentuhan Pemerintah mengenai infrastruktur jalan dan penerangan menuju kawasan wisata Gunung Rinjani, belum adanya “Bapak Angkat” home industri pertenunan di desa tersebut, serta belum adanya bimbingan Pemerintah untuk Industri Olahan Tomat, padahal banyak masyarakat Pringgasela yang bertani Tomat. (Misq)

LEAVE A REPLY