XL Axiata Membuka Posko Layanan Dadakan, Sebagai Wujud Kepedulian Kepada Pelanggan Setia

Surabaya,channel-indonesia.com – sesuai intruksi Kementerian Kominfo RI, apabila hingga batas akhir registrasi ulang nomor ponsel yang jatuh pada tanggal 28 Februari 2018 tidak segera dilakukan, nomor ponsel secara otomatis akan hangus, sehingga membuat masyarakat berbondong bondong mengunjungi seluruh operator penyedia layanan telekomunikasi untuk melakukan registrasi ulang.

Hal serupa juga terjadi di XL Axiata Jawa Timur khususnya XL Center yang berada di Jalan Pemuda Surabaya. Tingginya animo pelanggan setia XL melakukan registrasi, XL Axiata Jawa Timur berinisiatif membuka Posko Pelayanan Dadakan.

Seperti yang disampaikan General Manager Sales Operation XL Axiata East Java area, Hiasinta H. Paembonan, bahwa, salah satu upaya mengantisipasi banyaknya antrian XL Axiata Jawa Timur membuka posko layanan untuk membantu pengguna kartu SIM XL melakukan registrasi kartunya.

“Sekaligus, dibukanya Posko Pelayanan sebagai wujud kepedulian XL Axiata kepada pelanggan setia,” kata wanita cantik yang akrab disapa Sinta saat ditemui di Posko Pelayanan Dadakan, Selasa malam, (27/02/18).

“PT XL Axiata (XL Axiata) sebagai salah satu operator telekomunikasi di Indonesia juga berupaya agar semua pengguna kartu SIM XL di seluruh Indonesia segera melakukan registrasi kartunya. Untuk itulah kami didirkan Posko,” tambahnya.

Menurut Sinta, Posko Pelayanan XL dibuka sejak Senin kemarin, (26/02). Dan dibuka mulai pukul 10.00 pagi hingga pukul 20.00 malam. Dan, ditutup Rabu, (28/02). Selain di posko XL Center, pengguna juga bisa melakukan registrasi di konter-konter yang menjual pulsa untuk melakukan registrasi.

“Menariknya, XL akan memberikan bonus paket data sebesar 500 MB bagi pelanggan yang melakukan registrasi di tempat kami langsung, Ini merupakan upaya kami juga agar semua pengguna kartu prabayar XL Axiata yang ada di seluruh Indonesia bisa melakukan registrasi kartu SIMnya,” terang Sinta.

Regitrasi kartu SIM XL merupakan langksh untuk mengurangi penyalahgunaan nomor ponsel sebagai motif kejahatan dan konten negative. Kementerian Kominfo telah menginstruksikan para pengguna prabayar, baik baru dan yang lama untuk melakukan registrasi ulang.

“Langkah registrasi ulang SIm bertujuan agar data pelanggan layanan seluler bisa divalidasi sesuai Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang ada pada KTP dan Kartu Keluarga. Hal ini juga sejalan dengan tujuan pemerintah untuk menggunakan NIK sebagai National Single Identity,” pungkasnya.(Ad)

LEAVE A REPLY