oleh

CEO dan Komisaris Crown Group Iwan Sunito Optimis Di tahun Anjing

Sydney , channel-indonesia.com – Tahun Anjing 2018, sepertinya akan tetap membawa dampak positif pada bisnis property, khususnya di Sydney dan Waterloo,Australia. Keyakinan ini dikemukaakan CEO dan Komisaris Crown Group, Iwan Sunito, yang mengindikasikan bahwa permintaan untuk hunian baru tetap kuat, khususnya daerah CBD Sydney dan Waterloo, akan terus menjadi lokasi yang dicari di Tahun Anjing ini.

Peningkatan populasi dan investasi pemerintah senilai jutaan dolar untuk infrastruktur publik seperti light rail, metro bawah tanah yang baru dan pusat aquatic baru, membuat Sydney CBD dan Waterloo menjadi daftar teratas bagi banyak investor,” katanya.

Informasi ini, masih menurut Iwan, akan sangat berguna bagi para investor property, temasuk mereka (investor) yang berasal dari Indonesia.

Dengan dukungan investasi pemerintah di bidang infrastruktur senilai lebih dari Rp 230 triliun, termasuk jaringan Kereta Metro Sydney City dan Green Square Town Centre, serta pertumbuhan ekonomi nasional yang stabil, Sydney telah menjadi salah satu kota terbaik untuk investasi real estat,” tambah Iwan.

Lalu, bagaimana memilih proyek yang sempurna di pasar yang begitu kompetitif ? Iwan menjelaskan bahwa berinvestasi di apartemen mewah adalah pilihan terbaik. Apalagi Sydney telah mengalami ledakan besar dalam pembangunan gedung apartemen selama beberapa tahun terakhir.

Karena banyaknya pembangunan apartemen baru yang bermunculan di sekitar kota, maka di pasar seperti itu, apartemen mewah menjadi unik, apalagi dengan menawarkan kombinasi desain dan fasilitas high-end yang menonjol di atas pembangunan proyek lainnya,” terang pengusaha yang lahir di Surabaya ini..

Di kota metropolitan seperti Sydney, masih menurut Iwan Sunio, proyek investasi terbaik tidak diragukan lagi terletak di daerah yang paling diminati dan paling cepat berkembang. Dan sebagai area yang sedang bertumbuh, Waterloo menjadi salah satu tujuan investasi yang paling banyak dicari.

Daya tarik Waterloo, selain berada di tengah-tengah sebuah pusat transportasi yang menawarkan akses mudah untuk kendaraan pribadi, sepeda, kereta api dan bis ke Sydney CBD dan sekitarnya, juga kaena menurut Biro Pusat Statistik Australia, populasi wilayah Waterloo telah berlipat ganda dalam 10 tahun dari tahun 2006 sampai 2016, yang membuat daerah tersebut menjadi salah satu daerah yang baru muncul di Sydney.

Sementara menurut laporan Biro Statistik Transportasi NSW Tahun 2014, Waterloo diproyeksikan akan terus meningkat hingga menciptakan 146.800 lapangan kerja baru di pusat-pusat pekerjaan di sekitarnya pada tahun 2041, yang mendorong permintaan hunian untuk para pekerja yang ingin tinggal di tempat yang dekat dengan tempat mereka bekerja,” lanjut Iwan.

Iwan juga menjelaskan keyakinannya bahwa saat ini, masyarakat sudah lebih memahami pentingnya gaya arsitektur hunian vertical yang menyatu dengan alam, dan ini adalah salah satu poin penting di dalam memilih investasi properti.

Sebagai contoh, proyek hunian terbaru dari pengembang property Crown Group, Waterfall by Crown Group, terletak di Waterloo yang dikatakan sebagai alamat hunian paling alami di Sydney, karena Waterfall by Crown Group senilai Rp. 3,95 Triliun tersebut, terdiri dari tiga bangunan bertingkat tujuh dan menara pahatan yang ikonik setinggi 20 lantai hasil karya Mika Utzon Popov, cucu arsitek Gedung Opera Sydney, Jørn Utzon.

Terinspirasi oleh kekuatan alam, Waterfall by Crown Group bertujuan untuk member para penghuninya lebih banyak interaksi dengan alam melalui bahan alami, laguna yang tenang, pepohonan hijau yang rimbun, area outdoor untuk bersantai dan sesuai dengan namanya, juga menampilkan Air Terjun buatan tertinggi di Australia,” pungkas Iwan Sunito. (Ad)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait