Indonesia-Jerman Perkuat Kerjasama di Bidang Pendidikan dan Pelatihan Vokasi

JAKARTA, Channel-Indonesia.com – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI dan Perkumpulan Ekonomi Indonesia-Jerman (EKONID) mempererat kerjasama dalam pengembangan pendidikan dan pelatihan vokasi di Indonesia.

“Pendidikan dan pelatihan vokasi tersebut sesuai dengan standar Jerman,” terang Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rudy Salahuddin dalam acara penandatanganan “Declaration of Intent on a Partnership in Vocational Education and Training”, Rabu (7/2) di SMKN 26 Jakarta.

Adapun beberapa poin kerjasama Kemenko Perekonomian dan EKONID tersebut antara lain:

• Penguatan keterlibatan perusahaan dan dunia industri dalam mengembangkan pendidikan dan pelatihan vokasi melalui berbagai inisiatif bersama oleh Kemenko Perekonomian dan EKONID.

• Pendidikan kejuruan sistem ganda sesuai standar Jerman untuk jurusan industri mekanik selama 2,5 tahun, yang merupakan pertama kali dilaksanakan bersama Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) negeri di Indonesia.

• Peningkatan kualifikasi guru sekolah SMK dan pelatih tempat kerja di perusahaan melalui training of trainers berdasarkan standar Jerman (AdA).

• Dukungan program pelatihan vokasi (pemagangan) bagi sekolah-sekolah kejuruan di Indonesia.

Melalui penandatanganan Declaration of Intent ini, kedua institusi membangun skema yang berkelanjutan untuk memperbanyak porsi pelatihan praktik bagi siswa SMK di perusahaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di SMK.

“Ini juga untuk meningkatkan keterlibatan perusahaan-perusahaan Jerman dan Indonesia dalam pengembangan pendidikan dan pelatihan vokasi,” lanjut Rudy.

Hadir dalam kesempatan ini, Wakil Industri Jerman di Indonesia selaku Direktur Pelaksana EKONID, Jan Rönnfeld yang menandatangani perjanjian tersebut. Selain itu, hadir pula Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Michael Freiherr von Ungern-Sternberg; Kepala Sekolah SMKN 26 Jakarta, Purwosusilo; perwakilan kementerian/lembaga; serta dunia usaha dan industri, dari Indonesia dan Jerman.

Rönnfeld menekankan pentingnya pendidikan vokasi yang lebih berorientasi kepada praktik di Indonesia. “Partisipasi aktif dari dunia usaha dan industri sebagai pelaksana praktik untuk pendidikan dan pelatihan vokasi di Indonesia, sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas siswa dan agar sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri,” katanya.

EKONID, dalam pengembangan pendidikan dan pelatihan vokasi didukung oleh Skills Experts Program dari Kementerian Federal untuk Perekonomian dan Energi (BMWi) dan Kemenko Perekonomian, menetapkan 3 (tiga) bidang kerjasama, meliputi :

1. Pendidikan kejuruan sistem ganda menurut standar Jerman untuk berbagai profesi melalui kerja sama dengan SMK (proyek pilot: jurusan industri mekanik dengan SMKN 26 Jakarta),

2. Training of trainers, pelatih tempat kerja menurut standar Jerman (dalam bahasa Jerman: Ausbildung der Ausbilder – AdA) dan mendorong dunia usaha dan industri Jerman maupun Indonesia untuk berpartisipasi dalam program pemagangan dari SMK di Indonesia.

3. Mengembangkan skema yang lebih baik dalam pengembangan pendidikan dan pelatihan vokasi, Jerman dan Indonesia untuk dunia usaha dan industri di Indonesia.

“Ketiga hal tersebut untuk mewujudkan link and match pendidikan dan pelatihan vokasi di Indonesia dengan kebutuhan tenaga kerja terampil di dunia usaha dan industri,” tutup Rudy. (Mistqola)

LEAVE A REPLY