Koordinator dan pengawas pembuatan jembatan gantung Kapten Inf Eko Wahyono. (Ist)

MINDIPTANA, Channel-Indonesia.com  – Pembuatan jembatan gantung kedua di Papua Barat akan segera dimulai. Jembatan gantung kedua di Papua ini akan dibangun di Distrik Mindiptana, Papua Barat.

Sebelumnya, Tim Kopassus bersama aparat terkait dan masyarakat setempat juga telah mendirikan jembatan gantung pertama Papua yaitu di Distrik Asmat, yang kini jembatan tersebut masih dalam proses penyelesaian.

Koordinator dan pengawas pembuatan jembatan gantung Kapten Inf Eko Wahyono, menjelaskan rencananya jembatan gantung yang akan membelah Sungai Kao ini akan mulai dibangun tanggal 6 Februari mendatang, yaitu dengan tahap penggalian sekaligus pengecoran untuk tiang pancang jembatan.

Warga Mindiptana gotong royong membawa tiang pancang jembatan. (Ist)

Jembatan gantung yang berada di Distrik Mindiptana ini, lanjut Kepala Seksi Personel Grup 1 Kopassus Serang Banten ini, nantinya akan menghubungkan kampung Mindiptana dengan kampung Aweyanka.

Kapten Eko yang juga sebagai koordinator dan pengawas pembuatan 4 jembatan di Asmat dan Mappi ini juga menjelaskan bahwa jembatan ini mempunyai panjang 60 meter, dan lebar 1,6 meter.

Dikatakan Kapten Eko, akan berdirinya jembatan ini sangat disambut bahagia oleh masyarakat Mindiptana, karena selama ini kampung Aweyanka yang merupakan kampung tertua di distrik mindiptana masih terisolir.

Sehingga dengan adanya jembatan tersebut nantinya akan membuka akses mudah untuk aktivitas kegiatan ekonomi maupun aktivitas lainnya antara Mindiptana Aweyanka dan distrik sekitarnya seperti Andokbit, Eksenbit, Nihinbang, Osoo.

Warga Mindiptana bantu Kopassus memindahkan tiang jembatan dari truck ke lokasi sungai.(Ist)

Diceritakan lulusan Akmil 2006 ini, dulu kampung ini pernah memiliki jembatan kayu pembuatan pemerintahan Belanda, tetapi sejak tahun 1999 sudah hanyut, sehingga masyarat Aweyanka untuk ke Kampung Mindiptana harus berenang atau naik perahu kayu bagi yang punya.

” Warga disini sangat senang dan berterimakasih, merekapun dengan semangat turut membantu kami,” kata Kapten Eko yang juga sebagai Kasiops Ekspedisi 2017.

Dalam pembuatan pembangunan jembatan gantung di Mindiptana ini akan dikerjakan dengan dua tahap, yajni tahap pertama akan dilakukan pengecoran pondasi (waktu pengerjaan 1 Minggu, waktu pengeringan 1 bulan), kemudian pada tahap kedua yaitu tahap pemasangan Sling dan alas jembatan (waktu pengerjaan 2 hari dibantu tenaga ahli dr LN a.n bapak Tony Ruttiman / WNA asal Swiss).

Ditambahkan prajurut baret merah ini, masyarakat juga berharap jalan menuju jembatan bisa diperbaiki juga, karena dengan adanya jembatan jalur menuju bandara MAPPI dari waktu tempuh 1 jam bisa menjadi 15 menit menggunakan motor.

Sebelum memulai pembangunan jembatan gantung tersebut, pihak TNI juag melakukan rapat sosialisasi dalam rangka pembangunan Jembatan Gantung Kp Aweyanka Mindiptana.

Acara sosialisasi ini dihadiri oleh Kepala Distrik Mindiptana Stefanus Wambitman, Para kepala kampung : Aweyanka, Mindiptana, Danramil Mindiptana Mayor Inf Napoleon, Danpos Pamtas 500/R Kapten Inf Nurdin, Kapolsek Mindiptana Iptu Husein, Perwakilan Ekspedisi NKRI, Perwakilan PU Bapak Jhon.

Selama proses pembangunan nantinya akan ada perwakilan 10 orang tiap kampung untuk membantu kegiatan gotong Royong pembangunan jembatan, sedangkan pihak pemda akan mendukung penyiapan makan siang, untuk aparat TNI Polri yang ada di wilayah membantu pengawasan dan pembangunan. (AM)

LEAVE A REPLY