Konpres La Nyalla soal dirinya mutuskan keluar dari Gerindra.(Channel-Indonesia/Dilla)

JAKARTA, Channel – Indonesia.com – La Nyalla Mahmud Mattalitti dengan tegas mengatakan bahwa dirinya memutuskan mengundurkan diri dari Partai Gerindra dan tidak akan mendukung Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto di Pilpres 2019 mendatang.

Pernyataan tegas La Nyalla ini disampaikan karena sebagai loyalis Prabowo, ia merasa disia-siakan. Hal itu terkait dengan dirinya yang batal diusung Gerindra untuk maju sebagai calon gubernur di Pilkada Jawa Timur 2018.

“Mohon maaf saya orang b*go kalau masih mau mendukung Prabowo,” kata La Nyalla dalam jumpa persnya di kawasan Menteng Dalam, Jakarta Selatan, Kamis (11/1/2018).

“Saya sudah berjuang habis-habisan dari 2009 sampai kemarin bendera Gerindra di Jawa Timur saya pasang. Balasannya dia sia-siakan saya. Saya tidak akan lagi di Gerindra,” tegasnya.

Kekecewaan itu disampaikan Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Jawa Timur ini, pasalnya dia sempat ditawarkan untuk maju ke Pilkada Jatim, tapi harus menyetor uang sebesar Rp170 miliar, agar bisa direkomendasikan menjadi cagub dari Gerindra.

La Nyalla menyebut, uang Rp170 miliar ini diminta oleh Ketua DPD Gerindra Jawa Timur, Supriyanto, lewat seorang pengusaha muslim TB Danil Hidayat yang kebetulan orang dekat sekaligus tim pemenangan La Nyalla di Pilgub Jatim.

Kemudian, La Nyalla menyebut, pada (9/12/2017) saat deklarasi pasangan Mayjen (Purn) Sudrajat-Ahmad Syaikhu di Pilgub Jawa Barat, ia bertemu dengan Prabowo. Dalam pertemuan itu Prabowo meminta La Nyalla menyiapkan uang senilai Rp40 miliar sampai batas waktu 20 Desember. Uang itu untuk para saksi di seluruh TPS di Jatim.

“Saya dimintai uang Rp40 miliar uang saksi, disuruh serahkan sebelum tanggal 20 Desember. Kalau tidak bisa saya tidak akan direkomendasikan,” paparnya.

Kepada Prabowo, La Nyalla sempat mengungkapkan jika dirinya telah memberikan uang sebesar Rp5,9 miliar kepada Supriyanto. “Saya sampaikan juga bahwa saya sudah keluar uang 5,9 miliar ke Supriyanto,” ucap dia.

Selain Rp5,9 miliar, La Nyalla mengaku telah menyiapkan cek sebesar Rp70 miliar, namun cek itu baru akan dicairkan jika ia telah direkomendasi maju sebagai cagub Jatim.

“Saya sudah kasih keluar uang Rp5,9 miliar, saya juga sudah buka cek 70 miliar sudah dibawa oleh ajudan saudara Daniel sudah diserahkan kepada Hambalang, Hambalang itu siapa saya nggak tahu, pokoknya saya merasa sudah mengeluarkan,” terangnya.

La Nyalla mengaku sanggup memenuhi permintaan uang saksi oleh Prabowo. Namun dia ingin agar uang saksi itu diberikan setelah pencalonannya di Pilkada Jawa Timur telah terdaftar di KPU.

Namun, disebut La Nyalla, Prabowo meminta agar uang itu diserahkan sebelum tanggal 20 Desember. Keberatan dengan permintaan Prabowo, La Nyalla mengembalikan surat tugas yang diberi Prabowo.

“Tanggal 20 Desember saya kembalikan surat tugas. Padahal, saya sudah siapkan Rp300 miliar, tapi apabila sudah selesai pencalonan saya sebagai calon gubernur, baru saya taruh duit di situ. Ini belum apa-apa sudah minta duit, ya kabur kita,” pungkasnya. (Dilla)

LEAVE A REPLY