BNNP Jatim Dan Dirjen Beacukai Sita Sabu 7 Kilogram

0
35
penyelundupan sekitar 7,3 kilogram sabu melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dari Port Klang Malaysia dan menangkap enam tersangka. Dua diantaranya tewas ditembak petugas karena melawan saat ditangkap.

Channel-indonesia.com – BNNP (Badan Narkotika Nasional Provinsi) Jawa Timur (Jatim) bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), berhasil menggagalkan upaya penyelundupan psikotropika jenis methamphetamine (sabu) seberat kurang lebih 7300 gram.

Sabu tersebut, berasal dari luar negeri dan dibawa melalui melalui jalur laut via Terminal Pelabuhan Penumpang Tanjung Perak untuk dimasukkan ke Surabaya dan sekitarnya, Kamis (11/1/2018).

Kepala BNN, Komjen Budi Waseso mengatakan, keberhasilan ini merupakan aksi nyata BNNP Jatim dan DJBC dalam upaya memberantas peredaran narkotika, psikotropika, dan prekursor ilegal di lndonesia. Guna melindungi dan menyelamatkan masyarakat dari bahaya penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan secara ilegal.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso (tengah), bersama sejumlah pejabat Bea Cukai, menunjukkan barang bukti sabu-sabu yang dikemas ke dalam popok bayi saat ungkap kasus peredaran narkoba, di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur

Mantan Kabareskrim Mabes Polri ini menyebutkan, adapun kronologi pengungkapan tersebut antara lain adanya informasi dari Luar Daerah Pabean (Malaysia) yang dibawa oleh Anak Buah Kapal (ABK) untuk transit di Banjarmasin (Kalimantan Selatan) dan selanjutnya dibawa ke Surabaya.

“Melalui jalur laut menggunakan kapal ferry penyeberangan penumpang ke Pelabuhan Tanjung Perak, maka pada tanggal 29 Desember 2017 Direktorat Penindakan dan Penyidikan Kantor Pusat DJBC melakukan koordinasi dengan Kantor Wilayah DJBC Kalimantan Bagian Selatan dan Kantor Wilayah DJBC Jawa Timur l. Berdasarkan hasil analisa serta pengumpulan informasi lapangan, dapat diketahui bahwa barang haram tersebut dibawa oleh salah seorang ABK MV Selasih dengan inisial ARW. Diketahui juga bahwa Kapal MV. Selasih pada saat itu sedang dalam perjalanan dari Port Klang, Malaysia menuju pelabuhan Banjarmasin dengan estimasi waktu kedatangan tanggal 3 Januari 2018,” katanya.

 Pria yang akrab dipanggil Buwas ini juga menjelaskan, pada tanggal 3 Januari 2018, Kapal MV. Selasih tiba di Pelabuhan Banjarmasin dan selanjutnya dilakukan pemeriksaan sarana pengangkut laut (boatzoeking) oleh tim gabungan.

”Setelah dilakukan koordinasi dengan BNNP Jatim sebagai pemberi informasi awal, dalam rangka pengembangan dan pengungkapan jaringan narkotika tersebut, diputuskan untuk tidak melakukan penindakan di Banjarmasin, untuk selanjutnya akan dilakukan setelah barang haram tersebut sampai di Surabaya,” sambungnya.

Dijelaskan pula oleh Buwas, pada tanggal 4 Januari 2018, tim dari Direktorat Penindakan dan Penyidikan DBJC memperoleh informasi, bahwa salah satu pengendali jaringan tersebut akan berangkat dari Banjarmasin ke Surabaya dengan menggunakan pesawat udara sedangkan kurir menggunakan kapal Fery ‘NlKl SEJAHTERA’, dengan estimasi waktu kedatangan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada tanggal 5 Januari 2018 sekitar pukul 19.00 WlB.

“Pada kesempatan pertama, tim Direktorat Penindakan dan Penyidikan DJBC berangkat dari Banjarmasin ke Surabaya sedangkan tim Kantor Wilayah DJBC Kalimantan Bagian Selatan melakukan pengawasan melekat terhadap ARW. Pada tanggal 5 Januari 2018 sekitar pukul 13:00 bertempat di KPPBC Tipe Madya Pabean Tanjung Perak, Direktorat Penindakan dan Penyidikan melakukan rapat dan membentuk tim gabungan bersama~sama dengan Kantor Wilayah DJBC Kalimantan Bagian Selatan dan Kantor Wilayah DJBC Jatim l untuk membantu BNNP Jatim dalam melaksanakan operasi penangkapan atas upaya penyelundupan psikotropika tersebut,” tutupnya. (Ad)

LEAVE A REPLY