Proses Produksi Deodorant dari Ekstrak Kulit Kayu

Channel-indonesia.com – Bau badan menjadi masalah bagi semua orang apalagi dapat menurunkan rasa percaya diri.Fenomena tersebut menginspirasi Yudith Pratusi mahasiswi Fakultas Farmasi Universitas Surabaya dalam mengerjakan tugas akhi unntuk membuat deodorant dari Ekstrak Etanol Kulit Kayu Kesambi.

“Bau badan disebabkan oleh adanya pertumbuhan bakteri yang terdapat pada aksila (ketiak) yang mendegradasi sekresi dari kelenjar apokrin, Penanganan terhadap bau badan sendiri sudah menjadi kebutuhan untuk meningkatkan kepercayaan diri manusia.” ungkap Yudith pada Selasa, (9/1).

Pohon Kesambi merupakan tanaman khas asli daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang telah digunakan sebagai obat kulit yang sangat manjur oleh masyarakat setempat secara turun temurun.

Pohon Kesambi merupakan tanaman di kota Kupang ini, ternyata memiliki manfaat yang bagus untuk kulit manusia. Dalam beberapa penelitian, cairan ekstrak dari kulit kayu Kesambi mengandung dua jenis zat yaitu zat Taraxerone dan zat Tricadinenic acid A yang memiliki antimikroba dan antioksidan.

Deodorant dari Ekstrak Kulit Kayu

Antimikroba di dalam kulit kayu tenaman Kesambi berfungsi menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur. Kandungan manfaat pada kulit kayu Kesambi yang berpotensi sebagai anti bakteri tersebut kemudian dijadikan deodoran.

Sebelum dijadikan deodoran, diperlukan pembuatan ekstrak dari kulit kayu Kesambi. Kemudian hasil ekstrak tersebut perlu dilakukan formulasi dan evaluasi stabilitas pH pada deodoran yang mengandung ekstrak kulit kayu Kesambi. Tujuannya untuk mengetahui apakah produk tersebut sudah aman dipakai atau belum, lanjutnya.

Yudith melakukan pengembangan pada 6 formula sediaan deodoran dengan ekstrak etanol kulit kayu Kesambi yang kemudian diambil 3 formula terbaik untuk dievaluasi stabilitas pH.

“Bahan-bahan yang digunakan dalam formula tersebut adalah Carbopol 940 sebagai pembuat deodoran dengan menggunakan rentang safety dari BEPOM, Gliserin, Etanol sebagai pelarut untuk menghasilkan zat yang diinginkan, Triethanolamine sebagai netralisir, DMDM Hidantoin, dan ekstrak kulit kayu Kesambi.” jelas Yudith mahasiswi angkatan 2013.

“Formula yang saya buat sudah terbukti menghilangkan bakteri, namun perlu ada penelitian lanjutan jika ingin diproduksi masal terkait dengan jangka waktu deodorant ini membunuh kuman”, tambahnya.

Pada kesempatan yang sama Dr. Dra. R.R. Christina Avanti, M.Si., Apt., selaku dosen pembimbing mengapresi hasil riset mahasiswa bimbingannya “Yudith adalah satu putra daerah, harapan saya masih banyak lagi putra daerah yang dapat mengembangkan potensi daerah”, ucap Dr. Dra. R.R. Christina Avanti, M.Si., Apt. (Ad)

LEAVE A REPLY