oleh

Pasar Properti Australia Bagaikan David VS Goliath

JAKARTA, Channel-Indonesia.com – Pasar properti Australia, khususnya di Sydney, saat ini mendapatkan serbuan dari perusahaan properti global yang memiliki kemampuan modal yang fantastis.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Group CEO dan Komisaris, Crown Group, Iwan Sunito, dalam kesempatan press realese yang digelar di Jakarta pada Senin, 08 Januari 2018. CEO dan Komisaris, Crown Group, Iwan Sunito memberikan pandangannya perihal kondisi terkini tentang persaingan yang terjadi antara perusahaan pengembang lokal dengan para pemain global di pasar properti Australia.

Dalam paparannya, Iwan Sunito menyampaikan bahwa, diakui saat ini perusahaan pengembang lokal menghadapi masalah dengan keterbatasan sumber dana pada umumnya, yaitu dari sektor perbankan.

“Sementara perusahaan global yang masuk ke pasar memiliki modal yang jauh lebih besar. Ditambah dengan harga tanah yang semakin melambung, meskipun kemampuan daya beli pasar masih kuat,” kata CEO dan Komisaris, Crown Group yang akrab disapa Iwan, dalam press realese, Senin, (08/01/18).

“Sebagai contoh, harga lahan di kawasan green square yang dahulu senilai Rp. 500 milyar, sekarang menjadi sekitar Rp. 1 – 1,5 triliun jika dibandingkan dengan 3 atau 4 tahun yang lalu. Sementara, pada saat yang bersamaan, perbankan semakin memperkecil pinjaman kepada perusahaan pengembang local,” tambahnya.

Dijelaskan juga oleh pria berkacamata tersebut, bahwa yang biasanya mereka memberikan pinjaman sebesar Rp. 2 – 3 triliun untuk 1 kali pinjaman, namun saat ini hanya sekitar Rp. 1 triliun. Maka yang terjadi adalah, nilai skala proyek semakin membesar, sementara jumlah dana yang bisa didapatkan semakin mengecil.

“Di satu sisi dapat dimengerti bahwa, pihak perbankan menjadi lebih berhati-hati, namun di sisi lain kondisi ini meningkatkan kompleksitas yang terjadi dimana harga tanah semakin melambung selama proses perijinan berjalan, sementara para pengembang lokal harus mencari pinjaman ke dua atau tiga bank untuk memenuhi kebutuhan pendanaan mereka,” terang Iwan.

Akan tetapi, Crown Group yang juga memiliki akses kepada institusi pendanaan global, tidak tergantung kepada institusi pendanaan lokal. Kondisi yang dihadapi oleh para pengembang lokal dalam menghadapi persaingan dengan perusahaan pengembang global saat ini dapat diartikan seperti David vs Goliath.

“Situasi seperti ini membuat segala sesuatunya semakin kompleks karena kita mengalami kondisi persaingan yang tidak seimbang. Pertanyaannya bagaimana caranya untuk bisa berkompetisi dengan para raksasa tersebut?” ungkapnya.

Iwan Sunita memberikan contoh seperti halnya David dan Goliath, yang memiliki motto “It’s not the big that would beat the small, it’s the fast that would beat the slow”.

“Kita harus lebih gesit, lebih merespon pasar dan lebih mengerti pasar. Karena bagaimanapun para pengembang lokal yang lebih mengerti pasar jika dibandingkan dengan para pemain global tersebut. Memang mereka memiliki dana yang tidak terbatas, namun mereka juga tidak memiliki pemahaman yang mendalam terhadap pasar lokal, mereka juga lebih lambat dalam memubuat keputusan meskipun di satu sisi mereka juga memiliki kemampuan untuk mendorong harga secara signifikan,” papar Iwan memberikan semangat.

Sementara untuk Crown Group, memposisikan diri sebagai The Best of The Best di pasar. Dan, kesuksesan peluncuran produk Crown Group dalam 3 tahun terakhir telah membuktikan kualitas perusahaan tersebut.

“Kesuksesan yang kita raih, dikarenakan kekuatan dari brand kami dan loyalitas konsumen kami serta kualitas bangunan yang kami kerjakan selama ini. Dan terakhir, saya rasa pemerintah juga harus berperan aktif dalam membuat regulasi yang mendukung perusahaan lokal dibandingkan berbagai macam pembatasan,” ungkapnya.

“I don’t really believe in a lot of red tapes, I think we need a lot of more red carpets. Bagaimanapun jika ada pembatasan, they always find a way to go somewhere through the back door,” tutup Iwan. (Ad)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait