oleh

RS Daan Mogot Gelar Imunisasi Difteri Bagi TNI, Karyawan dan Masyarakat

TANGERANG, Channel-Indonesia.com – Pada akhir tahun 2017 ini, Indonesia dikagetkan dengan penetapan Kejadian Luar Biasa (KLB) oleh Kementerian Kesehatan yang disebabkan oleh penyakit difteri. Hingga November 2017, dilaporkan terjadi di 20 Provinsi dengan 591 kasus dan 32 kematian (Dikutip dari depkes.go.id).

Difteri adalah penyakit pada selaput lendir hidung dan tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheria. Penyakit ini ditandai dengan gejala demam, terdapat selaput putih di tenggorokan, sakit saat menelan, dan terkadang disertai sesak napas, serta gejala lainnya seperti pembesaran kelenjar getah bening.

Penyakit difteri sangat menular dan beberapa cara penularannya, seperti terkena dari paparan orang yang bersin atau batuk, juga memegang barang yang terkontaminasi bakteri, dan lainnya.

Oleh karena itu, Kementrian Kesehatan RI melakukan beberapa cara agar masyarakat terlindung dari penyakit difteri yaitu melakukan respons cepat KLB dengan langkah ORI (Outbreak Response Immunization) atau yang kita kenal sebagai imunisasi atau imunisasi di beberapa Provinsi yakni Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Pelaksanaan dilakukan oleh tim reaksi cepat penanggulangan penyakit menular RS Daan Mogot yang diketuai oleh Dr. Rini Andri Astuti, Sp.A., beserta Ketua Tim MDG’s Rumah Sakit Daan Mogot (Rumah Sakit Tk. IV Kesdam Jaya), Jl. Daan Mogot No. 59 Tangerang.

Dr. Rini Andri Astuti, Sp.A. mengatakan, sasaran ORI ini ditujukkan kepada anak usia 1 tahun sampai dengan <19 tahun tanpa memandang riwayat imunisasi yaitu dengan menyuntikkan vaksin DPT atau DT atau sesuai usia sebanyak 3 kali.

Suntikan pertama dilakukan pada bulan ini, selanjutnya suntikan kedua diberikan 1 kali dengan jarak 1 bulan dari suntikan pertama, dan suntikan ketiga diberikan 1 kali berjarak 6 bulan dari suntikan kedua. Juga, orang dewasa yang sudah lebih dari 10 tahun belum mendapat vaksin yang mengandung difteri dapat diberikan juga sebanyak Td 1 dosis. (Dikutip dari Petunjuk Kegiatan ORI Difteri IDAI)

Sementara itu Kepala RS Daan Mogot Mayor Ckm (K) Dr Ade Netra Kartika, Sp.PD, MARS. menuturkan bahwa RS Daan Mogot Kesdam Jaya sebagai Rumah Sakit TNI AD turut serta aktif dalam perlindungan kepada masyarakat dan mensukseskan Program Kementrian Kesehatan yaitu Pencegahan Penularan Penyakit Difteri atau ORI Difteri dengan mengadakan imunisasi gratis pada hari Kamis (21/12/17).

Imunisasi yang telah dilaksanakan ini, mendapat respons positif serta telah diikuti oleh kalangan umum masyarakat Kota Tangerang, keluarga dari pegawai rumah sakit dan juga tentunya dari kalangan seperti anggota TNI AD, PNS dan pegawai rumah sakit dengan cakupan imunisasi sampai saat ini adalah 288 orang.

Untuk pelayanan yang maksimal dan terbaik, sesuai dengan motto RS Daan Mogot “Good Quality, Smart, and Do The Best”, kami mengajak masyarakat untuk datang ke Rumah Sakit Daan Mogot atau pusat kesehatan lainnya untuk dilakukan Imunisasi Difteri dan untuk mendukung program ORI Kementrian Kesehatan RI agar kita dapat terlindung dari penyakit difteri,” terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, bersama Awak Media seorang warga, Ibu Heni (30) mengatakan warga sangat mendukung program pemerintah, dan semoga dalam memperbaiki pelaksanaan program imunisasi di pemerintahan mencapai targetnya.

“Kesadaran menjaga kesehatan diri sendiri paling penting, sehat itu mahal, pak,” tandasnya kepada Awak Media. (AS)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait