JAKARTA, Channel-Indonesia.com – Wakil Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko, AP, MSi menyatakan bahwa pemerintah propinsi DKI Jakarta telah menargetkan tahun 2029 pengguna jalan 60 persen akan beralih menggunakan transportasi publik, seperti sarana transportasi kereta api dan bus Trans Jakarta.

Hal ini terungkap dalam acara Diskusi Publik di Kantor KPBB Gedung Sarinah Thamrin, Jl. MH. Thamrin Jakarta Pusat, Selasa(14/11/2017) dengan Tema:” Kebijakan Transportasi Di DKI Jakarta” yang diselenggarakan oleh Inisiatif Strategis Untuk Transportasi (INTRANS) yang dipimpin oleh Darmaningtyas.

Pembicara lain yang juga hadir dalam diskusi ini adalah Ketua KPBB(Komite Penghapusan Bensin Bertimbal), Ahmad Syafruddin.

Menurut Sigit Wijatmoko, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah meminta kepada pihak Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk mereview jaringan transportasi masal yang ada di DKI Jakarta. Karena dengan adanya perencanaan jaringan transportasi maka pihak Pemerintah Provinsi DKI bisa melakukan eksekusi.

” Sementara itu terkait dengan pembangunan 7 koridor LRT sebagai solusi mengatasi mengatasi kemacetan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan minta untuk dikaji ulang,” jelasnya.

Berdasarkan data rencana induk transportasi Jabodetabek, total perjalanan orang di Jabodetabek Tahun 2015 sebesar 47,5 juta perjalanan orang per hari. Sementara jumlah kendaraan bermotor di kawasan Jabodetabek sebanyak 24.897.391 unit dengan proporsi 2 persen angkutan umum, 23 persen mobil pribadi dan 75 persen sepeda motor. Sedangkan pergerakan dalam kota Jakarta 23,42 juta orang per hari, pergerakan komuter 4,06 juta orang perhari dan pergerakan lainnya melintas Jakarta dan internal Bodetabek sebanyak 20,02 juta orang per hari. (Mistqola)

LEAVE A REPLY