Letkol Inf Ade Chandra berikan Bendera Merah Putih kepala Kelapa Suku Digi. (Ist)
MERAUKE, Channel Indonesia.com –  Kepala Suku Digi Manu Digibin memberikan cindramata berupa mata uang PNG senilai 100 Kina, Noken dan sejumlah panganan kepada Kabagpamops Ekspedisi NKRI 2017 Letkol Inf Adek Chandra Kurniawan, saat tim jelajah ekspedisi 2017 pamit.

Kepala Suku Digi sangat berterimakasih atas kedatangan para Tim Jelajah Ekspedisi dibawah Komando Kabagpamops Letkol Ade selama seminggu berada dan menyatu dengan mereka. Rombongan Tim Jelajah inilah yang pertama kali mendatangi lokasi pemukiman Suku Digi, Merauke, Papua, sebelumnya tidak ada dari orang luar kampung yang mendatangi mereka baik dari pemda setempat maupun warga tetangga kampung, hal tersebut dikarenakan sulitnya jalan yang ditempuh untuk ke Kampung Digi ini.

Dalam seminggu tim memberikan pengabdiannya kepada masyarakat Digi, dengan memberikan pelayanan kesehatan, penyuluhan kebangsaan Indonesia, dan memberikan sumbangan logistik  bagi warga Digi yang berjumlah 50 Kepala Keluarga (KK).

Walaupun hanya sewindu, hadirnya anggota tim jelajah ditengah tengah mereka, membuat warga sangat terharu dan merasa diperhatikan sebagai saudara setanah air Indonesia.

Kedatangan Tim jelajah Ekspedisi NKRI ke Kampung Digi adalah  hasil dari campur tangan Letkol Inf Ade , yang mendapatkan informasi tentang keberadaan Kampung Suku Digi ini, yang baru ditemukan pada Tahun 2016 oleh Batalyon 700/Raider.

Pada saat itu, cerita Letkol Ade yang pernah bertugas di Aceh Tahun 2004 sebagai Dantim Parako,  dirinya dilaporkan oleh  Danton Letnan Kurdi yang mengatakan bahwa telah ditemukan satu kampung di pinggiran perbatasan NKRI – PNG yang masuk wilayah Indonesia, Warga kampung ini tidak bisa Bahasa Indonesia dan sudah masuk di Wilayah Indonesia.

Kemudian perwira Baret Merah ini yang saat dilaporkan masih berada di Jakarta menanggapi akan segera menindak lanjuti dengan satuan ekspedisi yang dibawah komandonya untuk meluncur kesana (Kampung Digi).

” Tahun 2017 ini, saya targetkan kepada Tim Jelajah Ekspedisi, kamu harus bisa masuk ke Kampung Digi dan akhirnya kita bisa masuk.” tegas Perwira Kopassus ini.

Setelah bisa masuk ke lokasi Kampung Digi,lanjut Ade,  kemudian anggota menginformasikan kalau mereka telah bisa berinteraksi disana, dan disambut baik, maka saya perintahkan untuk membuat landasan heliped untuk saya datang kesana.

Dijelaskan mantan Dansatis D Pamtas Papua Tahun 2007 – 2008 ini, semula memang rata rata penduduknya susah dibedakan antara  mana penduduk Warga Negara Indonesia (WNI) dan mana warga Papua Nugini, hal tersebut lantaran  tanah mereka juga ada di PNG dan di Indonesia.

Lalu, sambungnya lagi, sekitar Tahun 2009 atau 2010 mereka eksodus pindah ke daerah Digi. Dia menetap disana tapi diri mereka masih merasa di PNG karena mereka selama ini selalu menggunakan dan bermasyarakat dengan penududk PNG dan memakai mata uang PNG yaitu mata uang Kina. Bukan itu saja warga Kampung Digi juga masih menggunakan bahasa PNG. Kampung Digi ini sejajar dengan daerah Aktodimining, Tabobil  lokasi tambang emasnya PNG.

Pada kunjungan pertamanya, rombongan Letkol Inf Ade batal mendarat karena cuaca di sekitar arah Kampung Digi berubah ekstrim, karena Kampung Digi berada di puncak lereng dengan kiri kanan tebing ditengah hutan.

Disaksikan Letkol Ade, Kepala Suku Digi diajarkan cara memasang Bendera Indonesia Merah Putih. (Ist)
“Jadi kalau heli mau masuk ke Kampung Digi itu harus menyusuri celah tebing sungai , setelah masuk ke celah tebing anggota memberi isyarat dengan pistol suar dan barulah kita mengarah ke titik itu.” imbuhnya lagi.

Pada saat kami datang, kata Kabagpamops Ekspedisi NKRI 2017, dirinya tidak banyak persiapan, karena helipet ya itu kurang pas sehingga heli itu lama lama miring dan kita tidak bisa turun lama lama. dan saya sampaikan ke tim bahwa 5 hari lagi saya akan datang dan rapikan semuanya.

” Sebelum terbang, sejumlah logistik berupa 13 karung beras dan barang barang kita turunkan,” kata Ade

Tiba waktunya, dan lima hari kemudian rombongan Letkol Ade kembali mendatangi Kampung Digi, seperti biasa disepanjang perjalanan Heli harus menerjang cuaca kabut tempat Heli take off , keadaan cuaca berubah celah setelah tiba di lokasi Kampung Digi.

” Masyarakat disana sudah tahu bahwa kita akan datang dan kita pun disambut dengan adat dan tarian Suku Digi dan Kepala Suku bernama Maru Digibin tanda terima berupa noken, sagu dan uang PNG,’ jelasnya

Dibantu oleh juru bahasa setempat, Kabagpamops Ekspedisi NKRI 2017 Letkol Inf Adek Chandra Kurniawan kemudian menjelaskan kepada warga Kampung Digi bahwa mereka saat ini telah tinggal di Pemerintahan Indonesia, maka sebagai tanda silahkan kibarkan Bendera Merah Putih ini.

” Saya berikan Bendera Indonesia Merah Putih dan dikibarkan ditengah kampung karena wilayah yang anda duduki sekarang ini adalah wilayah Pemerintahan Indonesia,” tegas Letkol Ade Chandra di hadapan puluhan warga Kampung Suku Digi, yang langsung disambut dengan tepuk tangan dan senyuman lugu warga Digi.(Lk)

LEAVE A REPLY