Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.(Ist)

JAKARTA, Channel-Indonesia.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno memastikan bakal terbuka saat berdialog dengan buruh yang menggelar aksi dengan tuntutan revisi penetapan UMP DKI Jakarta.

Sandi mengaku siap jika harus bertemu dengan perwakilan buruh yang tak terima dengan kenaikan upah yang sudah ditetapkannya.

“Teman-teman dari serikat pekerja sudah berkumpul dari tadi pagi dan sudah ada komunikasi. Mereka masih menunggu beberapa dari pimpinannya yang berniat bersilaturahim dan tentunya kami terbuka. Kami akan membuka semua komunikasi, kapan siapnya, saya bersedia jika bertemu sebelum atau sesudah asar,” kata ucap Sandiaga di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (10/11/2017).

Tak hanya itu, meski telah menetapkan upah sebesar Rp 3,6 juta, ia mengaku siap menampung aspirasi massa buruh yang tetap meminta kenaikan upah yang lebih besar.

“Yah tentunya aspirasi itu kami tampung dan kami berkonsultasi dengan pemerintah pusat dan dengan teman-teman dari serikat buruh yang lain. Kemarin saya kedatangan dari teman-teman serikat buruh lain yang justru menyatakan terima kasih sudah ditingkatkan,” bela Sandi.

Sandiaga mengatakan, dalam menetapkan besaran UMP DKI Jakarta 2018, mereka mengacu pada UU No 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.

“Kami mengacu pada 15 acuan UU No 13, itu yang utama dan itu semua sudah kita ikuti. Semua mekanismenya dari Dewan Pengupahan,” terang Sandiaga

Dipastikan Sandiaga, dirinya tidak akan mengingkari kontrak politiknya.(Lka)

LEAVE A REPLY