JAKARTA, Channel-Indonesia.com – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) bersama Tim Bea dan Cukai Bandara Soetta mengungkap tindak pidana peredaran tembakau narkotika dan Liquid Vape. Pengungkapan barang terlarang itu dilakukan di Jakarta dan Bandung.

Wakil Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol John Turman Panjaitan mengatakan, “Diketahui barang terlarang ini dari China. Dan diperkirakan sasaran konsumennya adalah mahasiswa”, di Kantor Bareskrim Polri Dittipidnarkoba, Jl. MT. Haryono No.11, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (01/11/17).

John melanjutkan, “ini sangat berbahaya bagi generasi bangsa. Sebab, sasaran penggunaannya adalah mahasiswa. Bila dihisap 2 (dua) kali saja maka akan ambruk. Dengan demikian mahasiswa tidak dapat mengikuti pelajaran dan gagal mencapai cita-citanya. Ini merusak generasi”.

Dari keterangan yang diperoleh terdapat hasil sitaan pengungkapan narkotika yang dilakukan di Jakarta dan Bandung. Di Jakarta, disita barang bukti sebanyak 1.404 serbuk yang diduga mengandung narkotika, cairan kimia etanol, 4.140 ML Liquid vape merk DVTCH yang diduga juga mengandung narkotika.

Sedangkan penangkapan di Bandung, diperoleh barang bukti 96 gram serbuk, 218 gram tembakau yang diduga mengandung narkotika. Selain itu didapati juga 10 ML Liquid Vape diduga mengandung narkotika.

Terdapat 8 (delapan) tersangka dari pengungkapan tindak pidana ini (Jakarta dan Bandung). Satu dari 8 (delapan) tersangka diketahui adalah perempuan. Dalam hal ini rata-rata para tersangka melanggar pasal 114 ayat (2) subsider pasal 113 ayat (2) subsider pasal 112 (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (AS)

LEAVE A REPLY