Tri Sutrisno hadiri diskusi Syindicate.(Channel-Indonesia/Mistqola)

JAKARTA, Channel-Indonesia.com – Perppu No.2 Tahun 2017 yang telah disahkan menjadi Undang-undang oleh DPR RI dan disetujui oleh Presiden Jokowi, kembali diangkat oleh Para Syndicate dalam Forum Syndicate Lecture, Kuliah Umum Jenderal TNI (Purn)Try Sutrisno, Wakil Presiden ke-6 RI dengan Tema :” Setelah Perppu Ormas: Menjaga Konstitusi dan Merawat Demokrasi”.

Wakil Presiden RI ke-6, Jenderal TNI(Purn) Try Sutrisno sangat mensyukuri telah disahkannya Perppu No.2 Tahun 2017 tentang Ormas disahkan menjadi Undang-undang oleh DPR RI.

” Saya bersyukur karena inilah suatu jawaban untuk menghadapi kondisi nasional saat ini. Yaitu kondisi setelah 20 tahun setelah reformasi 1998,” ungkap Try Sutrisno dalam Kuliah Umum dengan Tema :” Setelah Perppu Ormas: Menjaga Kontribusi dan Merawat Demokrasi yang diselenggarakan oleh Para Syndicate di Jl. Wijaya Timur III No.2 A Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Kamis(26/10/2017).

Menurutnya setelah 20 tahun reformasi yang dirasakan oleh bangsa ini adalah kegelisahan. Bisa dilihat dari ada sebagian masyarakat yg kritis dan ada sebagian yang biasa-biasa saja.

” Agenda reformasi diantaranya amandemen UUD’45, pemberantasan korupsi, ingin lebih menghidupkan demokrasi, keinginan dwi fungsi ABRI bubar, silahkan. Tetapi kemudian setelah itu dihilangkan, terutama yang menjadi pengamatan kita bersama yaitu pekerjaan yang sangat strategis yang dilaksanakan oleh MPR Reformasi yaitu mengadakan amandemen UUD’45,” tegasnya.

Try Sutrisno menyatakan bahwa ada pihak yang menganggap UUD’45 ada kelemahan, ada yang mengatakan kuno dan sudah tidak bisa menjangkau lagi masa depan dan sebagainya, tetapi semua itu harus diuji.

Tri Sutrisno juga menghimbau kepada bangsa ini agar tetap memegang teguh UUD’45, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. (Mistqola)

LEAVE A REPLY