Dr. (HC) Zulkifli Hasan, S.E., M.M, Ketua MPR RI saat memberi sambutan dalam acara seminar sosialisasi empat pilar resolusi jihad aktualisasi pemikiran dan perjuangan KH. M. Hasyim Asy’ari di Tebuireng Jombang, Sabtu (21/10/17). (Foto: Kopi Ireng)

JOMBANG,Channel-Indonesia.com– Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Dr. (HC) Dzulkifli Hasan, S.E., M.M menyebut bahwa Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari merupakan tokoh sentral yang melahirkan konsep nasionalisme.

“KH. Hasyim Asy’ari merupakan tokoh penting dalam melahirkan nasionalisme,” ujarnya saat menjadi Keynote Speaker pada acara Seminar Sosialisasi Empat Pilar, Resolusi Jihad Aktualisasi Pemikiran dan Perjuangan KH. M. Hasyim Asy’ari, di Aula Bachir Gedung Yusuf Hasyim Tebuireng Jombang,Jawa Timur ,Sabtu (21/10/2017)

Menurutnya Mbah Hasyim sangat mempunyai peranan penting dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia yang hendak kembali dijajah oleh Belanda. Sehingga dalam faktanya muncul fatwa jihad dan resolusi jihad yang dikeluarkan oleh Mbah Hasyim.

“Diantaranya muncul jargon Hubbul Wathon Minal Iman, cinta tanah air sebagian dari iman,” tambahnya.
Ia menyebut, Resolusi Jihad yang digalakkan Mbah Hasyim pada saat itu juga mampu membakar semangat rakyat Indonesia.

“Resolusi Jihad untuk mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia, dengan pekikan Allahu Akbar. Karena dengan jargon tersebut umat Islam mempunyai keyakinan bahwa membela bangsa adalah Jihad fi Sabilillah,” terangnya.

Lebih lanjut Ia menerangkan bahwa tidak mungkin akan terealisasi fenomena yang menyebabkan adanya perjuangan 10 November di Surabaya itu jika bukan sosok ulama besar yang mempunyai khazanah keilmuan yang luas. “Hanya ulama sekelas Mbah Hasyim yang bisa melakukan itu (red, Resolusi Jihad),” ujarnya.

Ia juga menyebut bahwa hubungan antara nasionalisme dan agama tidak menjadi suatu pertentangan.

“Nasionalisme Indonesia akan semakin kokoh dengan paradigma religius, itulah bedanya nasionalisme barat dengan nasionalisme di Indonesia,” tambahnya.

Terakhir Ia berharap bahwa umat Islam yang menjadi mayoritas di Indonesia harus menjadi pelopor kemajuan dan keutuhan NKRI.

“Umat Islam yang mayoritas hampir 85% tetap belum mampi kita konvensikan dengan kekuatan politik, tidak mampu kita konvensikan menjadi kekuatan ekonomi. Artinya, tanpa majunya umat Islam maka tidak mungkin bangsa Indonesia maju dan berjaya. Saya berharap kajian untuk mempersatukan umat Islam. Menjadi pelopor memersatukan umat Islam yang beragam.” Pungkasnya.(Am)

Sumber,tebuireng.online

LEAVE A REPLY