YOGYAKARTA,Channel-Indonesia.com– Letkol Inf Rudi Firmansyah – “Pemimpin yang hebat adalah pemimpin yang bisa membuat anak buahnya menjadi hebat”. Prinsip itulah yang dipegang teguh Komandan Kodim 0734/Yogyakarta, Letkol Inf Rudi Firmansyah.

Bapak dua anak ini hidup sederhana sebagai prajurit TNI yang berpegang teguh pada Sapta Marga. Tak hanya itu, sebagai pucuk pimpinan, Rudi tak memperlihatkan arogansi. Dia hanya bersikap tegas kepada pasukannya agar tugas-tugas negara dapat terlaksana sesuai target sasaran.

Rudi juga selalu terjun langsung ke lapangan untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya. Pria yang bergelar Sarjana Ekonomi itu berbaur dengan masyarakat. Dia memperlihatkan tak ada jarak antara TNI dengan rakyat.

Sikap yang diperlihatkan Rudi membuat anak buahnya hormat. Rudi pun menjadi contoh teladan pasukannya. Mulai dari Babinsa hingga Komandan Rayon Militer (Danramil) di Yogyakarta mengikuti jejak Dandim 0734 Yogyakarta tersebut.

“Jabatan itu amanah. Saya harus mepertanggungjawabkannya kepada Tuhan dan pimpinan. Sebab itu, saya tidak bisa seenaknya. Saya harus mampu menjadi contoh dan tauladan bagi prajurit dan berupaya mensejahterakannya. Itu bukan hal mudah,” tanda Rudi.

Menurut Rudi, semua tugas yang diembannya dilaksanakan dengan penuh ikhlas. Sebab, semua hal itu untuk rakyat. Perlu kita ketahui bahwa TNI lahir dari rahim Ibu Pertiwi di tengah kancah perjuangan Kemerdekaan Indonesia.

Oleh karena itu, TNI adalah Tentara Rakyat, Tentara Pejuang dan Tentara Nasional. Sebagai tentara rakyat, TNI hanya berpihak kepada kepentingan seluruh rakyat dan negara. Sebagai tentara pejuang, TNI tidak pernah berhenti dalam berjuang mewujudkan cita-cita bangsa.
TNI akan membela kepentingan negara di atas kepentingan daerah, suku, RAS, golongan, dan agama.

“TNI berperan sebagai alat negara di bidang pertahanan yang dalam menjalankan tugasnya berdasarkan kebijakan dan keputusan politik negara. Gugurnya prajurit TNI sebagai kusuma bangsa merupakan bukti atas komitmen kesetiaan dan pengabdian tulus prajurit TNI kepada rakyat bangsa dan Negara Indonesia,” ujar Rudi.

Rudi menambahkan bahwa TNI sebagai alat pertahanan negara memiliki fungsi operasi militer untuk perang (OMP) atau pun Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Khusus dalam tugas OMSP, berbagai tugas telah dilakukan oleh prajurit TNI dengan sangat baik. Bahkan melebihi panggilan tugasnya. Setiap prajurit dituntut mengedepankan tugas dan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi.

Sekecil apa pun sikap dan tindakan primitif akan mengganggu bahkan merusak jati diri TNI, sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara profesional.

Prestasi dan kinerja optimal TNI yang telah mendapatkan penilaian positif dari masyarakat dipertahankan, bahkan harus ditingkatkan lagi.

Implementasinya, prajurit TNI harus selalu menjadi suri tauladan dalam kepatuhan dan ketaatan terhadap ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku dimanapun prajurit TNI berada dan bertugas.

“Kemanunggalan bersama rakyat adalah kunci kekuatan yang strategis dalam menyelesaikan setiap tugas yang diberikan negara. Komitmen dan tanggung jawab TNI terhadap negara tidak pernah surut karena nilai dan semangat Sapta Marga dan Sumpah Prajurit menjiwai dan terpatri dalam diri setiap prajurit TNI,” tutur Rudi.(Am)

LEAVE A REPLY