JAKARTA,Channel-Indonesia.com-Dapat dana murah dan dijual super tinggi di pasar. Spread antara bunga deposito dan pinjaman di negara2 Asean hanya berkisar antara 1-2%. Di Indonesia bisa 10% margin nya.

Demikian ungkap Wakil Ketua Umum Dewan Ekonomi Indonesia Timur yang juga Dosen Fakultas Ekonomi Manajemen Universitas Trisakti, Dr. Riza Suarga di Jakarta, Sabtu( 7/10/2017).

Menurut Dr. Riza Suarga, makanya perbankan kita tidak kreatif, hanya memberikan pembiayaan yang sifatnya “refinancing”.

” Begitu di kasih tugas pembiayaan infrastruktur, langsung panik. Kenapa bisa seperti itu kondisi suku bunga perbankan kita ? Jawaban saya sangat sederhana,¬† karena high cost dan tidak efisien termasuk masih tingginya korupsi,” jelasnya.

Dr. Riza Suarga juga menjelaskan bahwa CIMB dan Maybank dengan margin yang sangat tipis di negaranya  ternyata mampu mengakuisisi Bank Niaga dan BII sampai menguasai saham lebih dari 90%. Contoh sederhana betapa inefisien nya perbankan kita bermula dari otoritas moneter nya sendiri yaitu BI. (Mistqola)

LEAVE A REPLY