PANGKALPINAG,Channel-Indonesia.com– Sebagai salah satu kerjasama sub-regional, Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) memainkan peran penting dalam mewujudkan sasaran dari Komunitas ASEAN, khususnya dalam menciptakan kesejahteraan di wilayah IMT-GT.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan IMT-GT tidak hanya sekedar sebagai kerja sama ekonomi tiga negara namun juga sebagai satu kawasan ekonomi terpadu. Semua komitmen dan kerja sama yang telah terjalin selama ini diharapkan dapat mendukung integrasi pertumbuhan antar tiga negara ini.

“Saya percaya kerjasama yang lebih kuat, akan berdampak pada integrasi yang lebih dalam khususnya dalam menciptakan kemakmuran bersama,” ujar Menteri Koordinator Bidang

Perekonomian Darmin Nasution dalam Pertemuan Tingkat Menteri Kerja Sama Sub-Regional Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT), Jumat (29/8), di Kota Pangkalpinang.

Hadir dalam pertemuan tersebut Menteri dari Kantor Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Abdul Rahman Dahlan,Menteri Transportasi Kerajaan Thailand Arkhom Termpittayapaisith, Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Sosial Budaya ASEAN Vongthep Arthakaivalvatee, Direktur Centre for IMT GT Pairote Potivong, Direktur Asian Development Bank (ADB) Ramesh Subramaniam, Gubernur Provinsi Bangka Belitung Erzaldi Rozman dan perwakilan delegasi ketiga negara.

Sepanjang tahun 2012 hingga 2015, lanjut Darmin, total investasi ke wilayah IMT-GT meningkat hingga 19% dari USD12,6 miliar pada tahun 2012 menjadi USD15,1 miliar pada tahun 2015. Kinerja ekonomi yang stabil dan iklim investasi yang ramah membuat kawasanini menjadi tujuan investasi tidak hanya bagi investor domestik tetpai juga asing.

“Kami berharap investasi terus mengalir ke kawasan Indonesia Malaysia Thailand Growth Triangle karena pemerintah dan bisnis saling membantu satu sama lain untuk meningkatkan daya saing daerah secara terus menerus,” ungkapnya.

Dirinya juga menekankan perlunya kerja sama yang erat antara IMT-GT baik dengan sektor swasta maupun pemerintah daerah. Oleh karena itu, IMT-GT telah menyediakan platform bagi swasta maupun negara-negara anggota untuk berkontribusi secara luas dalam pembangunan ekonomi daerah di negaranya.

Sejauh ini beberapa proyek kerja sama IMT-GT tengah dikembangkan terutama pada sektor pariwisata, transportasi, pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan infrastruktur. Pertama, melalui kerja sama pariwisata khususnya dengan mengadopsi Tourism Strategic Framework sebagai panduan untuk mempromosikan pariwisata lintas-batas diharapkan menjadikan IMT-GT sebagai destinasi wisata tunggal yang berkelanjutan, inklusif serta kompetitif.

Kedua, sektor transportasi, saat ini ketiga negara sedang memperbaiki sistem dan infrastruktur perdagangan lintas batas. Hal ini menjadi penting mengingat kawasan IMT-GT merupakan basis ekspor. “Dengan perbaikan di sektor transportasi, nantinya akan memicu perdagangan dan investasi yang lebih cepat. Saya pun beharap proyek Ro-Ro Dumai-Melaka dapat segera direalisasikan,” tambah Darmin.

Selanjutnya, berkenaan dengan kerja sama di bidang pengembangan SDM. Telah dibentuk kerja sama antar universitas di wilayah IMT-GT melalui UNINET Charter dan Rencana Kerja Startegis 2017 – 2021 yang bertujuan peningkatan peran universitas IMT-GT dalam pengembangan dan pertumbuhan IMT-GT melalui penelitian dan teknologi inovatif.

Keempat, pembangunan proyek konektivitas prioritas/Priority Connectivity Projects (PCPs) di kawasan IMT-GT. Dalam PCP, negara-negara IMT-GT sepakat untuk mengimplementasikan proyek konektivitas yang terdiri dari proyek bandar udara, pelabuhan, jalan, jembatan, kereta-api, dan lain-lain.

Di akhir pertemuan, Darmin mendorong adanya kerja sama lebih lanjut antara pihak tekait untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam rangka mewujudkan tujuan yang tercermin dalam Roadmap Baru untuk IMT-GT yaitu IMT-GT Vision 2036 dan IMT-GT Implementation Blueprint 2017 -2021. ( Mistqola )

LEAVE A REPLY