Kegiatan dan keceriaan anak Pesantren Tahfidz Qur'an al Muqarrabun.(Ist)

BANDUNG, Channel-Indonesia.com – Pesantren Tahfidz Qur’an al Muqarrabun dibawah payung bendera Yayasan Divani Rancamanyar adalah lembaga pendidikan Islam modern yang memberikan pelajaran sekaligus pengayoman bagi anak anak yatim piatu dan kaum dhuafa, untuk masa depan yang beriman serta mandiri.

Untuk itu pesantren ini tidak memungut biaya sepersenpun namun demikian anak didik di pesantern ini justru diajarkan cara mandiri.

Lembaga pendidikan Islam modern telah berdiri sejak 2015 ini terletak di Jalan Raya Pengalengan, Kp Citere Rt 006/08, Desa Sukamanah, Kecamatan Pengalengan, Kabupaten Bandung.

Dalam sistem belajar mengajarnya Pesantren Tahfidz Qur’an al Muqarrabun yang dibangun diatas tanah seluar 840 meter dikawasan perkebunan Ciwidey ini memberikan materi pendidikannya kepada para santri dan santriwati meliputi takhasus Al quran, Tahfidz Alquran, Kajian Tafsir Alquran, Kajian Hadist, Kajian Fikih, dan bahasa Arab.

Sedangkan untuk pembelajaran pondok pesantren ini adalah menggunakan sistematika Alquran dan Hadist, menjadikan Alquran dan Sunnah Raosul sebagai pedoman hidup, dan diharapkan  akan menambah motivasi pembentukan akhlakul karimah.

Untuk menambah pengetahuan dan kemandirian (interpreneur) ketika telah dewasa, para santri dan santriwati, Pesantren Tahfidz Qur’an al Muqarrabun juga memberikan pelatihan berupa bertani, membuat aneka kue atau panganan, bahkan beberapa waktu lalu telah mengikuti lomba kuliner hingga ketingkat provinsi, bahkan di pesantren ini juga diajarkan cara pengobatan tradisional dengan menggunakan madu dan obat tumbuhan tumbuhan alam.

Pendiri Pesantren Tahfidz Qur’an al Muqarrabun Ust Yayat Ruhiyat dalam hidupnya selalu memanfaatkan dirinya untuk kehidupan sosial di masyarakat, terutama kepada anak yatim paitu dan dhuafa.

” Hidup bagi saya adalah memberikan apa yang telah Allah karuniakan atas kelebihan yang saya miliki, agar menjadi manfaat dan kontribusi yang kongkrit kepada masyarakat luas / Bangsa Indonesia,” jelas Ust Yayat kepada Channel-Indonesia.com, beberapa waktu lalu.

Hingga saat ini, lanjut Ustadz yang juga memberikan solusi pengobatan terjangkau dan bermanfaat bagi masyarakat, ini yang membuat hati saya terpanggil adalah ketika melihat anak – anak Yatim Piatu dan Dhuafa yang terlantar.

Dalam mendirikan Pesantren khusus anak yatim piatu dan dhuafa ini, Ust Yayat hanya berpegang kepada ayat yang membuat tekadnya membaja, yaitu :

“Tahukah kamu orang yang mendustakan Agama, itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan kepada orang miskin “{QS. Al-ma’un : 1-3}

“Dan mereka bertanya kepadamu mengenai anak-anak yatim. Katakanlah, “Memperbaiki keadaan anak-anak yatim itu amat baik bagimu.” (QS Al Baqoroh,2:220)

“Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang telah baligh) harta-harta mereka.” (QS An Nisaa,4:2)

“Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.” {QS. Adz – Dzariat : 19}

Berasaskan tiga ayat tersebutlah kemudian berdiri pembangunan Pesantren Al Muqarrabun, dengan harapan dan tujuan supaya mereka anak – anak yatim/yatim piatu/ dhuafa dapat di tampung, dan mendapatkan tempat yang layak, pembinaan yang lebih baik, pembekalan pendidikan bagi masa depan mereka, kasih sayang dari para pengasuh, dan dapat membantu program Pemerintah yaitu Program Indonesia Pintar dan Pengentasan Kemiskinan.

Hingga kini telah tertampung hanya mampu menampung 41 anak yatim piatu dan dhuafa saja dan dalam waktu dekat ada 250 anak yatim piatu maupun dhuafa yang akan dipindahkan ke Pesantren Tahfidz Qur’an al Muqarrabun.

Saat ini Pesantren Tahfidz Qur’an al Muqarrabun sedang melakukan pembangunan penambahan gedung bagi rumah para santriawan dan santriwati untuk berteduh. Mari kita bersama memberi tetesan kebaikan agar menjadi berkah bagi kita semua. Silahkan hubungi Ust Yayat Ruhiyat dengan nomer 0821 5420 9118  atau  0812 8171 7366.

” Semoga kita semua menjadi bagian dari kesuksesan mereka dimasa depan dan mudah – mudahan amal kebaikan yang kita berikan akan menjadi amal yang terus mengalir dan menjadi amal penolong ketika kita diminta pertanggungjawaban di akhirat kelak. Amin.” pungkas Ust Yayat. (Lk)

 

 

LEAVE A REPLY