oleh

Berikut Taushiyah MUI Sambut Bulan Ramadhan

JAKARTA, Channel-Indonesia.com – Dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1438 H/2017 M, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan menghimbau kepada kaum muslimin untuk menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum kebangkitan spiritual berdasarkan iman, ilmu dan amal soleh guna mewujudkan kesalehan pribadi menuju kesalehan sosial demi terwujudnya kemaslahatan umat dan bangsa.

Pesan Taushiyah MUI ini ditandatangani oleh Prof. DR. KH. Ma’ruf Amin, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia dan DR. H. Anwar Abbas, Sekretaris Jenderal MUI. Pembacaannya taushiyah diwakili oleh Dr. Zainut Tauhid Sa’adi, Wakil Ketua MUI Pusat dan didampingi oleh DR. Amirsyah Tambunan, Wakil Sekjen MUI Pusat, di Gedung MUI Jl. Proklamasi No.51 Menteng Jakarta Pusat, Jum’at (26/5/2017).

MUI juga menyerukan kepada umat Islam agar memasuki bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan keikhlasan serta senantiasa mengharap ridho Allah SWT dalam suasana hati yang sejuk, tenang dan damai serta mengembangkan sikap toleransi dalam menjalankan agama agar tidak terjebak pada pertentangan dan perselisihan termasuk perbedaan faham keagamaan serta memghindari perbuatan yang sia-sia dan pemborosan dan hal-hal lain yang mendatangkan kemudharatan bagi diri sendiri dan orang lain.

MUI juga melakukan pemantauan terhadap berbagai siaran media masa sebagai salah satu bentuk tanggung jawab ulama dalam mengawal dan menjaga akhlak bangsa, MUI juga melibatkan masyarakat dengan cara mengirim tanggapan atau komentar tentang konten siaran televisi melalui email: aduan@mui.or.id dan email:mui.pusat51@gmail.com. Pemantauan ini akan dilakukan pada jam-jam prime time yakni sebelum dan sesudah sahur serta sebelum dan sesudah berbuka puasa.Tim pemantau MUI akan bekerjasama dengan Komisi Penyiaran Indonesia.

MUI juga menyampaikan apresiasi kepada stasiun televisi dan radio yang telah mempersiapkan berbagai acara siaran Ramadhan yang sejalan dengan nilai-nilai al-akhlaq al-karimah, sehingga tercipta situasi Ramadhan yang khusyuk dan khidmat.

MUI juga menghimbau agar berbagai media massa (TV, Radio, Media Cetak) tidak menyiarkan tayangan atau siaran atau publikasi yang bersifat pornografi, pornoaksi, bermuatan ramalan, kekerasan baik fisik maupun psikis, lawakan yang berlebihan(Konyol), cara berpakaian yang tidak sesuai dengan al-akhlak al-karimah.

Dijelaskan MUI kepada BUMN baik swasta, nasional maupun asing untuk melaksanakan CSR guna membangun tata sosial kehidupan masyarakat sebagai refleksi dari nilai saling berkasih sayang antar sesama dan bertolong menolong dalam kebajikan dan taqwa untuk terwujudnya tatanan masyarakat bangsa yang bahagia dan sejahtera.

Selain itu kepada MUI mengingatkan agar mengantisipasi keinginan masyarakat untuk dapat memanfaatkan fasilitas transportasi yang aman dan nyaman serta ketersediaan fasilitas umum bagi mereka yang ingin bersilaturahmi dengan keluarga dan handai taulan pada saat Lebaran Idhul Fitri.

Juga meminta kepada aparat penegak hukum untuk menindak tegas berbagai bentuk pelanggaran hukum yang dapat mengganggu kekhusyuan dan kekhidmatan dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan seperti peredaran Miras, tempat hiburan malam dan praktek prostitusi dan menghimbau kepada kelompok masyarakat agar menghindari tindakan kekerasan seperti main hakim sendiri, sweeping dan pelanggaran hukum lainnya.(Mistqola)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait